Purwokerto (MAN 1 Yogya) — Murid MAN 1 Yogyakarta, Tomzy Arzuleo, meraih Juara 2 Dai Kategori Umum dalam KOMDAI Festival tingkat Regional Jawa yang diselenggarakan Komunitas Dai Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Sabtu (24/10/2026). Murid kelas XII PK 1 ini berhasil menembus babak final setelah melewati tahap penyisihan dan bersaing dengan peserta dari kalangan murid SMA/SMK/MA hingga mahasiswa.
Dalam kompetisi tersebut, Tomzy membawakan materi dakwah bertajuk Tantangan Kehidupan Digital dengan Solusi Al-Qur’an. Materi ini selaras dengan tema utama kompetisi, yakni Peran Dai Muda dalam Menyelaraskan Nilai Syariat dengan Perkembangan Modern.
Tomzy mengaku bahagia dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan meraih juara dalam kompetisi yang mempertemukannya dengan peserta dari kalangan mahasiswa menjadi pengalaman yang berharga.
“Alhamdulillah, bahagia dan bersyukur bisa juara melawan mahasiswa untuk kesekian kalinya,” ungkap Tomzy.
Ketertarikannya pada dunia dakwah menjadi alasan utama mengikuti kompetisi tersebut. Ia mempersiapkan materi dan mematangkan penampilan sehari sebelum perlombaan. Meski waktu persiapan relatif singkat, Tomzy mampu melewati babak penyisihan hingga lolos ke final yang digelar secara luring.
Menurut Tomzy, tantangan terbesarnya justru perjalanan dari Yogyakarta menuju Purwokerto yang memakan waktu cukup panjang. Adapun saat tampil di hadapan dewan juri, ia mengaku tidak terlalu gugup karena sudah terbiasa mengikuti kompetisi serupa.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian Tomzy. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa murid madrasah mampu mengembangkan potensi dakwah sekaligus bersaing dengan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Ananda Tomzy. Ini menunjukkan bahwa murid madrasah memiliki potensi untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk dakwah. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, memperdalam ilmu agama, dan menyampaikan pesan Islam secara bijak serta relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi murid MAN 1 Yogyakarta untuk terus mengembangkan bakat dan kepercayaan diri melalui berbagai ajang kompetisi. Melalui dakwah yang dekat dengan persoalan kehidupan digital, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman. (dee)