Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta mengawali pekan ketiga di penghujung tahun 2025 dengan menyelenggarakan Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Septy Andari Putri, S.Pd., M.Pd., Kepala MTs Negeri 3 Kulon Progo sekaligus anggota Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Kementerian Agama RI. Workshop berlangsung dalam dua sesi, yakni pagi di aula MAN 1 Yogyakarta dan siang di aula perpustakaan.
Dalam pemaparannya, Septy menekankan pentingnya perubahan regulasi KMA dari 450 ke 1503 yang mengarahkan pada praktik pembelajaran mendalam. Menurutnya, inti dari kebijakan ini adalah memasukkan prinsip dan pengalaman belajar secara nyata ke dalam proses pembelajaran. Ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar kurikulum, melainkan pendekatan yang menekankan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik agar belajar menjadi bermakna dan menggembirakan. Septy juga menekankan bahwa pendekatan ini bukan opsional, melainkan kebijakan pemerintah yang wajib dilaksanakan.
Sebagai ilustrasi, Septy memberikan contoh sederhana melalui eksperimen menanam dua jenis tanaman dengan perlakuan berbeda. Dari contoh tersebut, ia menjelaskan bagaimana Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat diterapkan. Ia menegaskan bahwa KBC bukan pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan roh dari semua kurikulum. KBC berlandaskan Panca Cinta, yaitu cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air. Workshop kemudian dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan modul dan RPP berbasis cinta agar guru dapat langsung mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran.

Dalam dambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., menegaskan agar Kurikulum Berbasis Cinta ini bisa diimplementasikan di MAN 1 Yogyakarta. “Tantangan madrasah semakin lama semakin tinggi. Semoga KBC bisa diimplementasikan di MAN 1 Yogyakarta.”
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa seluruh proses pembelajaran, penilaian, hingga pembagian rapor merupakan bagian dari amal ibadah para guru dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. “Alhamdulillah, di penghujung 2025 para guru telah mendampingi siswa dengan penuh dedikasi. Semoga workshop ini menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan pembelajaran menuju kelas internasional yang unggul dan bilingual,” ungkapnya.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi MAN 1 Yogyakarta untuk memperkuat komitmen menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada nilai-nilai cinta dan kemanusiaan. Dengan pendekatan pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global. (wk)