Warisan Budaya Jadi Kelas Terbuka: BPK Wilayah X Edukasi Murid MAN 1 Yogyakarta di Candi Gedongsongo

13 Dec 2025, 10:24 MAN 1 Yogyakarta 94

this used to be photo

Semarang (MAN 1 Yogya) — Upaya pelestarian warisan budaya terus digencarkan melalui pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Mengajar Warisan Budaya yang digelar di Kompleks Candi Gedongsongo, kerja sama antara Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X dengan MAN 1 Yogyakarta pada Kamis (11/12/ 2025).

 

Kegiatan ini diikuti oleh 21 murid kelas XI dan XII peminatan Antropologi dan Sejarah. Mereka didampingi oleh tiga guru pendamping: Soeprastiyono Nugroho, S.Pd., M.Pd.I (guru Sejarah), Masayu Nurul Ana, S.Ant., M.Pd. (guru Antropologi), serta Haikal Muhammad Al Fatih, S.Sos. (guru Sosiologi). Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah Indonesia.

 

Candi Gedongsongo dipilih sebagai lokasi karena merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai arkeologis tinggi sekaligus menjadi bukti kejayaan peradaban Hindu pada masa lampau.

 

Dalam kegiatan tersebut, Feri Dwi Nugroho, S.Pd. dan N.K. Kartikaningtyas, S.Ark. dari BPK Wilayah X memberikan pemaparan mengenai sejarah pembangunan candi, nilai filosofis arsitektur, serta kisah arkeologis yang terkandung di dalamnya. Para murid juga diajak berkeliling kompleks candi untuk mengamati langsung struktur bangunan, pola ruang, dan relief yang masih terjaga.

Selain itu, murid diperkenalkan dengan teknik konservasi sederhana dan pengamatan artefak. Aktivitas ini dirancang untuk mendorong mereka belajar secara aktif, kreatif, dan kritis melalui pengalaman langsung di lapangan.

 

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, menegaskan pentingnya kegiatan kolaboratif semacam ini dalam menanamkan kepedulian terhadap warisan budaya sejak dini. “Kami berharap murid tidak hanya memahami nilai sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.

 

Soeprastiyono Nugroho juga menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh di kelas. “Pembelajaran luar kelas membuat murid lebih antusias dan memahami konteks sejarah secara nyata. Hal ini sangat membantu meningkatkan wawasan mereka,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan tergerak untuk melestarikan warisan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional. (sup)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Bersama Mapalaska, KPGR Lebah Gunung Gelar Latihan Single Rope Technique
08 Feb 2026, 07:28

Pengajian Keluarga Besar MAN 1 Yogyakarta: Hidup Ini Adalah Nikmat Allah
08 Feb 2026, 07:13

Mengelola Gagal sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter
07 Feb 2026, 21:11

Salurkan Minat dan Bakat, Pramuka MAN 1 Yogyakarta Undang Satuan Karya Pramuka
07 Feb 2026, 21:09

Pendampingan Penulisan Artikel Asah Daya Nalar Murid Kelas X MAN 1 Yogyakarta
07 Feb 2026, 21:01

Translate this website: