Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Ujian Praktik Bahasa Inggris di kelas XII F, Senin (09/02/2026) berlangsung seru. Ujian praktik yang menitikberatkan pada keterampilan berbicara (speaking) melalui penyampaian expository text secara lisan disambut para murid dengan persiapan yang matang.
Materi ujian praktik mencakup dua tema besar, yaitu Digital Literacy dan Environment. Materi tersebut telah dijelaskan oleh guru pengampu bahasa Inggris kelas XII, Widyastuti Fatimah Ikhsan, S.Pd. sebelumnya. Widyastuti menjelaskan bahwa dalam tema Digital Literacy, subtema yang diangkat adalah Social Media, Digital Literacy, Financial Literacy, dan Netiquette. Sementara itu, pada tema Environment, subtema yang dibahas adalah Environmental Issues serta Sustainable Development Goals (SDGs). Menurut Widyastuti, melalui tema-tema tersebut, murid dituntut untuk mampu mengemukakan serta mengembangkan argumen secara logis dan sistematis dalam presentasi lisan berbahasa Inggris.
Salah satu murid, Raka Gredyfka Ramadhan Said, mengangkat topik financial literacy dengan judul besar ‘How to Manage Your Finances’. Dalam presentasinya, Raka menekankan pentingnya kesadaran keuangan sejak usia sekolah. Raka juga menyoroti kebiasaan pengelolaan uang di kalangan remaja yang sering kali belum terarah sehingga jatuh pada defisit keuangan.“Financial literacy is not only about saving money, but also about understanding how to manage income, expenses, and future risks. Students like us need this knowledge early so they can make wiser decisions in the future,” ujar Raka. Di akhir paparannya yang dikemas apik dalam sebuah Power Point yang menarik, Raka mengemukakan bahwa literasi keuangan sangat relevan dengan kehidupan murid saat ini, terutama di tengah kemudahan transaksi digital dan gaya hidup konsumtif yang dipengaruhi media sosial.
Guru Bahasa Inggris MAN 1 Yogyakarta, Lilis Ummi Fa’iezah, MA., yang saat itu menjadi penguji kelas XII F sangat bangga dengan kemampuan murid-murid kelas XII F dalam menjelaskan topik yang mereka pilih. Lilis mengatakan bahwa ujian praktik ini dirancang tidak hanya untuk mengukur kemampuan berbahasa, tetapi juga untuk menanamkan critical thinking dan life skills kepada murid. Lilis juga menjelaskan bahwa tema-tema yang dipilih agak berat, namun relevan dengan kehidupan murid-murid saat ini. “MAN 1 Yogyakarta ingin murid tidak hanya lancar berbicara dalam Bahasa Inggris, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan yang bermakna dan kontekstual. Tema seperti financial literacy, digital literacy, dan lingkungan sangat dekat dengan kehidupan mereka dan jelas sangat penting untuk masa depan,” jelas Lilis.
Ujian praktik Bahasa Inggris ini diharapkan dapat membekali murid MAN 1 Yogyakarta dengan kemampuan komunikasi global sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu-isu penting, baik di bidang digital, keuangan, maupun lingkungan hidup. (luf)