Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Memasuki minggu kedua jelang bulan suci Ramadhan, MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan pengajian istimewa dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H bagi seluruh civitas akademika MAN 1 Yogyakarta. Pengajian ini dilaksanakan melalui audio room pada Senin (9/2/2026), pukul 07.00–08.00 WIB.
Pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Moch. Rofi’uddin, M.Hum., sebagai penceramah dengan tema “Menyambut Bulan Ramadhan 1447 H: Siapkan Diri dan Ilmu untuk Meraih Keutamaan Ibadah Ramadhan.”
Secara khusus, Rofi’uddin berpesan kepada para murid MAN 1 Yogyakarta agar menyambut Ramadhan tahun ini dengan penuh kesungguhan, tidak menyia-nyiakan kesempatan, dan melaksanakannya dengan takwa. Ia menyampaikan tiga bentuk persiapan utama dalam menyambut Ramadhan, yaitu: persiapan spiritual, persiapan fisik, dan persiapan dengan ilmu
Ia menjelaskan bahwa persiapan spiritual dapat dilakukan dengan membersihkan diri melalui taubat, saling memaafkan, mempererat silaturahim, berziarah, serta meningkatkan amalan dengan memperbanyak dzikir dan doa. Menurutnya, pada bulan Ramadan doa-doa sangat mustajab, sehingga umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak berdoa dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Persiapan fisik dapat dilakukan dengan mulai melatih diri berpuasa, seperti melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis, serta menjaga kebugaran tubuh.
Sementara itu, persiapan dengan ilmu dilakukan dengan mempelajari fikih Ramadan, yakni memahami aturan dan tata cara berpuasa yang benar. Beberapa hal penting yang perlu dipahami dalam fikih puasa Ramadan antara lain:
1. Niat: Niat merupakan salah satu rukun puasa, yaitu berniat berpuasa sejak malam hari sebelum fajar.
2. Waktu puasa: Waktu puasa dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
3. Hal-hal yang membatalkan puasa: Makan, minum, dan berhubungan suami istri di siang hari dapat membatalkan puasa.
4. Hal-hal yang diperbolehkan: Makan dan minum sebelum fajar, berbuka puasa setelah matahari terbenam, dan hal-hal lain yang dibolehkan.
5. Kewajiban dan sunnah: Kewajiban puasa Ramadan, sunnah-sunnah puasa, serta adab-adab dalam berpuasa.
“Dengan memahami ilmu fikih, kita dapat menjalankan puasa Ramadan dengan lebih baik dan menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat membatalkan puasa,” jelas Rofi’uddin.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., menyampaikan bahwa pengajian ini penting sebagai pengingat bagi seluruh civitas MAN 1 Yogyakarta, khususnya para murid, agar sejak dini mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan. (wk)