Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Meski liburan tak henti torehkan prestasi, tim MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih Gold Medal Tingkat Internasional pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025. Tim yang beranggotakan Nahla Razita Cahyaningtyas kelas XI PK 2, Kenkeysa Adiba Widigdo kelas X PK 2, Izzat Ivandi Khoirullah kelas X PK 1, dan Alzena Faras Tsaqiba kelas X PK 2 sukses menyabet juara tersebut pada kategori Functional Food. Lomba yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini bertempat di MIPA UGM secara daring dari Selasa (09/12/2025) sampai Jum'at (12/12/2025).
Lomba I2ASPO merupakan kompetisi riset tingkat internasional dengan berbagai kategori, salah satunya kategori Functional Food yang diikuti oleh Nahla dan tim. Melalui ide yang unik dan kreatif, inovasi tentang biskuit harian bergizi berjudul "MOIBi: A Healthy Daily Biscuit Containing Moringa Flour, Tempeh Flour, and Purple Sweet Potato as a Nutritional Supplement to Prevent Stunting in Toddlers" milik Nahla dan tim mampu bersaing hingga mengantarkan mereka kepada medali emas. Penelitiannya terkait inovasi biskuit bergizi yang berbahan dasar tepung daun kelor, tepung tempe, dan ubi jalar ungu sebagai biskuit ternyata mampu menjadi alternatif pencegahan stunting pada balita.
Untuk meraih predikat juara tentu tidaklah mudah. Beberapa langkah harus dilalui dimulai dari penyusunan jurnal dan revisi, latihan presentasi, dan latihan menjawab pertanyaan dengan bahasa Inggris. Waktu tidur direlakan keempatnya untuk berlatih setiap malam dan senantiasa berdoa. Tak lupa, meminta doa dari orang tua sebagai pelengkap.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas prestasi ini. "Alhamdulillah, capaian tim riset ini sungguh membahagiakan. Anak-anak kita telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, doa, dan keberanian mencoba, hasil yang luar biasa bisa diraih. Inovasi mereka bukan hanya membanggakan madrasah, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MAN 1 Yogyakarta untuk terus berkreasi dan percaya diri menembus tantangan," ujarnya.
Salah satu anggota tim, Nahla Razita dari kelas XI PK 2 mencurahkan kesannya dalam mengikuti perlombaan I2ASPO 2025 ini. "Suatu pengalaman yang menarik dan mengesankan, sebab kami tidak menyangka mendapatkan gold medal dari ratusan peserta dengan inovasi luar biasa."
Selain itu, Nahla juga berpesan kepada seluruh teman-teman di MAN 1 Yogyakarta untuk jangan takut mencoba walau terlihat tidak mungkin untuk digapai. Menyesallah karena tidak berani mencoba dibandingkan menyesal karena gagal atas pilihan yang diambil. (nja)