YOGYAKARTA — Upaya penguatan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di ruang publik dan dokumen resmi terus digencarkan. Dalam rangka tersebut, dua perwakilan MAN 1 Yogyakarta, guru Bahasa Indonesia Ervanja, S.Pd., dan Arsiparis Nurul Alfi Laili, S.Psi., mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengutamaan Bahasa Negara pada Satuan Pendidikan Terfasilitasi Layanan Pembinaan Bahasa di Wilayah DIY Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini berlangsung pada Kamis (23/4/2026) dan diikuti oleh 26 satuan pendidikan dari berbagai jenjang di DIY. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat implementasi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan kebijakan terkait pengutamaan bahasa negara di ruang publik dari Pemerintah Daerah DIY yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikpora DIY, Tukiman, S.Pd., M.T.I. Selain itu, Balai Bahasa Provinsi DIY melalui Wuri Rohayati, S.S., turut menegaskan pentingnya peran satuan pendidikan sebagai garda terdepan dalam membudayakan penggunaan Bahasa Indonesia secara tepat.
Materi teknis juga disampaikan oleh narasumber Joko Sugiarto yang menekankan penguatan implementasi bahasa negara, khususnya pada lanskap sekolah seperti papan nama, petunjuk arah, serta dokumen resmi kelembagaan. Pendekatan ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari pembinaan karakter berbahasa.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan apresiasi kepada MTsN 1 Kulon Progo sebagai satuan pendidikan yang dinilai berhasil mengimplementasikan pengutamaan Bahasa Indonesia pada lanskap dan dokumen resmi tahun 2025. Penghargaan ini menjadi contoh praktik baik yang diharapkan dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lainnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyambut positif keikutsertaan perwakilan madrasah dalam kegiatan tersebut. “Pengutamaan Bahasa Indonesia bukan hanya soal aturan, tetapi bagian dari identitas dan jati diri bangsa. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh unsur madrasah semakin sadar dan konsisten dalam menggunakan bahasa negara secara baik dan benar, baik di ruang publik maupun dalam dokumen resmi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan budaya berbahasa juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. “Bahasa yang tertib dan tepat akan mendukung terciptanya komunikasi yang efektif serta mencerminkan profesionalisme lembaga. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan MAN 1 Yogyakarta,” tambahnya. (alf)