Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — MAN 1 Yogyakarta menggelar Pendampingan Pemenuhan Tugas Videografi, Fotografi, dan Infografis Kokurikuler Kelas X di Aula lantai 2, Jumat (6/2/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.45–15.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat kompetensi dan kreativitas murid melalui pembelajaran kontekstual.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh perwakilan Tim Kokurikuler Kelas X yang memberikan pengarahan teknis sekaligus penjelasan tujuan pendampingan. Selanjutnya, murid mendapatkan informasi umum terkait materi videografi, fotografi, dan infografis sebagai bekal dalam menyelesaikan tugas kokurikuler.
Tiga narasumber, yakni Mudzakir Abdissalam, Ali Ahsan, dan Nada Fitriyah, terlibat langsung dalam proses pendampingan. Mereka membimbing murid sekaligus melakukan koreksi terhadap karya yang telah dibuat, sehingga murid memperoleh masukan praktis untuk meningkatkan kualitas hasil tugas. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penegasan dan motivasi agar murid terus mengembangkan kemampuan kreatifnya.

Pendampingan ini bertujuan memberikan fasilitas kepada murid kelas X dalam mengerjakan tugas kontekstual terkait sejarah peradaban Hindu-Budha melalui kajian Candi Sewu dan Candi Plaosan. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu kunjungan murid kelas X ke kedua situs bersejarah tersebut.
Salah satu narasumber menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan murid. “Kegiatan ini sangat bagus untuk menambah soft skill murid, terutama dalam kemampuan visual, komunikasi, dan kerja kreatif,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menilai pendampingan ini sebagai langkah konkret dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan keterampilan abad ke-21. Menurutnya, murid tidak hanya belajar memahami materi sejarah, tetapi juga dilatih menyampaikan gagasan secara visual dan komunikatif.
“Pendampingan seperti ini penting agar murid mampu mengolah pengalaman belajar di lapangan menjadi karya yang bermakna. Kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis murid dapat tumbuh seiring dengan penguasaan materi,” kata Edi.
Ia berharap kegiatan kokurikuler semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat karakter dan kompetensi murid MAN 1 Yogyakarta. (dee)