Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Siswa MAN 1 Yogykarta Raih Juara 2 Virtual Innovative Chemistry Event 2022

13 Jun 2022, 02:32 MAN 1 Yogyakarta 1145

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 YK) -- Sampah organik merupakan salah satu jenis limbah yang menjadi sumber permasalahan bagi dunia, begitu pula Indonesia. Memang, sampah organik lebih ramah lingkungan karena sifatnya yang mudah terurai. Namun, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, sampah organik menjadi penyumbang terbesar (57% dari sampah total) sampah di Indonesia (Data tahun 2021). 

Hal tersebut memotivasi dua siswa MAN 1 Yogyakarta, yaitu Muhammad Althaf Izzur Rizal dan Maryam Zalfaa Aurella Alattas untuk melakukan penelitian, agar sampah organik tersebut dapat dimanfaatkan. Keduanya melakukan penilitian dengan memanfaatkan sampah dapur Asrama MAN 1 Yogyakarta. 

Kereativitas dan kerja keras kedua siswa tersebut berbuah manis. Penelitian keduanya mampu bersaing dan berhasil meraih juara 2 dalam Virtual Innovative Chemistry Event 2022 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Chemical Engineering (ACES) Swiss German University, Ahad (12/06/2022). 

Saat ditemui, Maryam menuturkan, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik menjadi eco enzyme sehingga bisa memberikan nilai tambah sekaligus mewujudkan kehidupan yang ramah lingkungan. 

Ungkapnya, eco enzyme mempunyai banyak manfaat, antara lain: pertama, digunakan untuk kehidupan sehari-hari sebagai pembersih alami (sabun cair, karbol, hand sanitizer). Kedua, meningkatkan kualitas udara, air, dan tanah. Ketiga, sebagai filter udara. Keempat, sebagai pembersih saluran pipa air rumah tangga. 

Kelima, ampasnya dapat meningkatkan kesuburan tanah. Ketujuh, manfaat di bidang kesehatan; mengobati bisulan di mata dan menyembuhkan luka bakar dan luka gores, dan kedelapan; digunakan untuk pertanian memungkinkan untuk bertani di tanah yang gersang, serta sebagai pupuk tanaman untuk pestisida.

Kesan Maryam, melaui perlombaan ini, ia merasa mendapat banyak pengalaman dan teman, walaupun ia sempat ragu untuk mengikuti perlombaan ini.

“Saya awalnya ragu dengan pemilihan Eco enzyme ini, namun siapa sangka ternyata hal yang semulanya saya ragukan kini justru membuahkan hasil,” ujarnya. 

Sementara itu, Guru Pembimbing, Sri Rahayu, S.Pd., menambahkan, apa yang sudah dilakukan oleh siswa MAN 1 Yogyakarta dalam menyosialisasikan eco enzyme ke masyarakat dan menyelamatkan lingkungan.

Ungkapnya, dalam pembelajaran Pendidikan Kewirausahaan (PKWU). Terangnya, Setelah dijelaskan dan praktik membuat eco enzyme, guru memberikan tugas mandiri kepada siswa dengan judul ‘Membuat Eco Enzym bersama Ibunda’.

Siswa menjelaskan dan praktik bersama  ibundanya tentang apa itu eco enzyme, bagaimana cara membuatnya, bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan, bila timbul masalah apa solusinya, dan bagaimana bila panen, serta apa manfaatnya. 

“Diharapkan ibunda, siswa memanfaatkan sampah segar, serta bisa menjelaskan dan praktik di kegiatan PKK dasawisma. Inilah salah satu cara langsung untuk menyelamatkan lingkungan,” pungkasnya. (dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Bersama Mapalaska, KPGR Lebah Gunung Gelar Latihan Single Rope Technique
08 Feb 2026, 07:28

Pengajian Keluarga Besar MAN 1 Yogyakarta: Hidup Ini Adalah Nikmat Allah
08 Feb 2026, 07:13

Mengelola Gagal sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter
07 Feb 2026, 21:11

Salurkan Minat dan Bakat, Pramuka MAN 1 Yogyakarta Undang Satuan Karya Pramuka
07 Feb 2026, 21:09

Pendampingan Penulisan Artikel Asah Daya Nalar Murid Kelas X MAN 1 Yogyakarta
07 Feb 2026, 21:01

Translate this website: