Yogyakarta (MAN 1 Yogya) - Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) MAN 1 Yogyakarta menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 pada Jumat (2/1/2026) di Aula MAN 1 Yogyakarta. Agenda tahunan ini menjadi forum tertinggi koperasi untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi ke depan.
RAT dihadiri oleh pengawas, pengurus koperasi, anggota koperasi, serta sejumlah tamu undangan dari instansi terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Suranto selaku Sekretaris PKPRI Kota Yogyakarta, Iskandar, S.P, Kepala Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Yogyakarta, serta Dra. Emi Indaryati, M.P.P., M.Eng, Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian dan UKM Kota Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Koperasi KPRI MAN 1 Yogyakarta Ari Satriana, S.Pd, M.Pd menyampaikan kondisi terkini koperasi. Ia mengakui bahwa unit simpan pinjam pada periode ini relatif sepi. Ari juga menegaskan bahwa masa kepengurusan saat ini merupakan periode terakhir, sehingga pengurus akan menyerahkan tongkat estafet kepada pengurus baru yang terpilih melalui RAT.
“Kami berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkan koperasi ini dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menekankan pentingnya keaktifan anggota sebagai kunci keberlangsungan koperasi. Menurutnya, koperasi hanya akan tumbuh apabila didukung partisipasi aktif dari para anggotanya.
Apresiasi disampaikan oleh Kepala Dekopinda Kota Yogyakarta, Iskandar, S.P. Ia menyebut KPRI MAN 1 Yogyakarta sebagai salah satu koperasi yang konsisten dan selalu menjadi yang pertama dalam menyelenggarakan RAT. “Koperasi MAN 1 Yogyakarta sudah berada di jalur yang benar, right on the track. Tinggal bagaimana mengembangkannya,” katanya.
Iskandar juga mengingatkan bahwa koperasi adalah milik bersama, di mana anggota berperan sebagai pemilik sekaligus pengguna jasa. Untuk meningkatkan daya saing, ia menekankan empat hal penting, yakni pengurus dan pengawas harus memahami kebutuhan serta permasalahan anggota, menguasai data dan informasi, mengembangkan koperasi menuju koperasi modern, serta memperkuat jalur kolaborasi.
Dari PKPRI Kota Yogyakarta, Suranto menyampaikan dukungan bagi anggota koperasi. Ia menjelaskan bahwa apabila dana pinjaman di koperasi telah habis, anggota masih dapat mengakses pinjaman melalui PKPRI Kota Yogyakarta dengan bunga 0,7 persen yang akan dikategorikan sebagai pinjaman khusus.
Adapun Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian dan UKM Kota Yogyakarta, Dra. Emi Indaryati, M.P.P., M.Eng, menyoroti adanya kebijakan baru terkait pinjaman dan simpanan. Ia mencermati adanya penurunan jumlah anggota karena lebih banyak anggota yang keluar dibandingkan anggota baru. Oleh karena itu, ia mendorong koperasi agar mulai bergerak lebih aktif di sektor riil, khususnya pengembangan unit usaha toko koperasi. “Setelah RAT ini, akan ada rekan kami yang melaksanakan Penilaian Kesehatan Koperasi,” tambahnya.
Rangkaian RAT kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus, pembahasan dan musyawarah usulan-usulan dari anggota, pandangan umum serta laporan dari Pengawas KPRI MAN 1 Yogyakarta, pengesahan laporan, hingga pemilihan pengurus koperasi untuk periode berikutnya.
RAT kali ini diakhiri dengan prosesi pelantikan Pengurus KPRI MAN 1 Yogyakarta periode 2026 – 2028, dengan susunan:
- Ardi Ardian, S.Si sebaga Ketua
- Retno Wardani, M.Pd.I sebagai Sekretaris
- Siti Marwiyah, SIP sebagai Bendahara 1
- Dina Wahyuningtyas, S.Pd sebagai Bendahara 2
- Ervania, S.Pd, M.Pd sebagai Pengawas
RAT ini diharapkan menjadi momentum penguatan kelembagaan koperasi agar semakin adaptif dan berdaya saing di masa mendatang. (dee)