Sleman (MAN 1 Yogya) - Hastiti Maryam Mabruroh, murid XG MAN 1 Yogyakarta, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih kemenangan dalam ajang bergengsi tingkat nasional English Fest FTI UII 2025 pada cabang Essay Writing Competition. Dalam kompetisi yang dilaksanakan secara daring ini, Hastiti mengangkat esai berjudul “The Unspoken Divide and Why Misunderstanding Between Generations Threatens Global Progress”. Judul tersebut dipilih karena urgensinya, menyoroti bahwa kesalahpahaman antargenerasi bukan sekadar konflik personal, melainkan masalah global yang dapat menghambat kolaborasi dalam menghadapi isu-isu krusial seperti perubahan iklim dan inovasi teknologi yang etis.
Esai yang ditulis Hastiti menekankan bahwa fenomena generational gap yang kerap viral, seperti Quiet Quitting, merupakan ancaman signifikan terhadap upaya kolektif global terutama pada isu iklim dan ekonomi. Ia menawarkan solusi melalui tiga aksi utama: Connect untuk membangun jembatan nilai dan mentorship lintas generasi, Innovate dengan menciptakan format Slow Content sebagai ruang dialog konstruktif, serta Inspire dengan menumbuhkan empati dan menuntut perubahan algoritma demi menyatukan kekuatan semua generasi.

Pengumuman finalis dilakukan pada Rabu, 10 Desember 2025 melalui kanal YouTube FTI FEST, sementara awarding ceremony digelar Senin (15/12/2025) di Gedung KH Mas Mansur, Fakultas Teknologi Industri UII. Dari banyaknya peserta, hanya 10 finalis terbaik yang terpilih di setiap cabang lomba, dan Hastiti berhasil menempati posisi pemenang berkat orisinalitas serta relevansi esai yang ia ajukan.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pencapaian muridnya. “Kami sangat bangga atas pencapaian Hastiti Maryam Mabruroh. Kemenangan ini bukan hanya mengharumkan nama MAN 1 Yogyakarta, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Semoga semangat dan gagasan Hastiti dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menjembatani perbedaan dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kemenangan ini diharapkan dapat memotivasi murid-murid MAN 1 Yogyakarta lainnya untuk lebih aktif menyuarakan ide-ide kreatif, menjembatani perbedaan, serta berkontribusi nyata dalam menghadapi tantangan global. (dee)