Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Ketika sebagian murid kelas XI MAN 1 Yogyakarta mengikuti studi wisata ke Bali, sebagian lainnya tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran bermakna melalui studi budaya di Yogyakarta. Salah satunya diwujudkan dalam kunjungan edukatif ke Taman Sari Yogyakarta, Selasa, (13/01/2026). Taman Sari, yang merupakan kompleks pesanggrahan Keraton Yogyakarta, dipilih sebagai lokasi pembelajaran kontekstual yang kaya akan nilai sejarah dan arsitektur.
Dalam kunjungan tersebut, para murid mengamati secara langsung berbagai peninggalan bersejarah Kesultanan Yogyakarta, mulai dari bangunan pemandian, lorong bawah tanah, hingga tata ruang kawasan yang mencerminkan kejayaan masa lampau.
Interaksi dengan situs budaya membuat proses belajar terasa lebih hidup. Murid dapat mengaitkan informasi historis dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan refleksi kritis terhadap perjalanan sejarah lokal.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran di luar kelas merupakan bagian penting dalam penguatan karakter dan kesadaran budaya murid-murid. “Pembelajaran sejarah akan lebih membekas ketika siswa melihat dan merasakan langsung peninggalan budaya. Taman Sari bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga simbol identitas dan kearifan lokal Yogyakarta yang harus dijaga bersama,” ungkap Edi.
Murid-murid pun mengaku kunjungan ke Taman Sari memberikan kesan yang mendalam. Selain menambah wawasan sejarah, kegiatan ini menumbuhkan rasa bangga serta kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Diharapkan, pengalaman belajar ini dapat membentuk karakter murid yang lebih menghargai sejarah dan budaya Indonesia. (luf)