Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Upaya menjaga kesehatan murid perempuan MAN 1 Yogyakarta terus dilakukan melalui pemantauan secara berkala yang dilakukan oleh Puskesmas Gondokusuman II. Setelah sebelumnya menjalani skrining kesehatan remaja putri yang memerlukan tindak lanjut kembali mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kadar hemoglobin (Hb), Selasa (18/08/2026) di Aula Lantai 2 MAN 1 Yogyakarta.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan murid putri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Edi menambahkan bahwa murid perempuan yang sehat adalah bagian penting dari proses belajar yang optimal dan persiapan mereka untuk meraih masa depan “Ketika ada hasil skrining yang membutuhkan perhatian, madrasah berupaya hadir dan memastikan ada tindak lanjut,” kata Edi.
Kegiatan tindak lanjut tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari skrining kesehatan dan pemeriksaan hemoglobin yang sebelumnya dilakukan oleh Puskesmas Gondokusuman II Yogyakarta terhadap murid perempuan MAN 1 Yogyakarta. Pada skrining tahap pertama, ditemukan 54 remaja putri yang belum memenuhi kriteria kadar hemoglobin yang diharapkan, yaitu mereka dengan kadar Hb di bawah 12 g/dL. Sebagai bentuk intervensi awal, para siswi tersebut telah mendapatkan tablet tambah darah (TTD) sesuai dengan tindak lanjut yang diberikan oleh Puskesmas.
Setelah menjalani intervensi dalam kurun waktu yang telah ditentukan, Puskesmas Gondokusuman II kembali melakukan pemeriksaan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi kesehatan 54 murid perempuan. Pemeriksaan lanjutan ini penting untuk mengetahui apakah intervensi yang telah diberikan memberikan hasil yang diharapkan sekaligus menentukan langkah berikutnya apabila masih ditemukan kadar Hb yang rendah.
Dalam kegiatan tersebut, murid-murid mengikuti beberapa rangkaian layanan, yaitu pengisian kuesioner, pemeriksaan kadar hemoglobin, dan konsultasi kesehatan. Melalui rangkaian tersebut, petugas tidak hanya memperoleh data kesehatan, tetapi juga memberikan ruang bagi para remaja putri untuk mendapatkan informasi dan konsultasi terkait kondisi kesehatan mereka.

Salah satu Petugas Kesehatan Puskesmas Gondokusuman II Yogyakarta Dr. Atika Putri menyampaikan bahwa pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi kondisi remaja putri setelah mendapatkan intervensi berupa tablet tambah darah. Petugas menjelaskan bahwa pemeriksaan hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil skrining sebelumnya. Remaja putri yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dL perlu mendapatkan intervensi dan kemudian diperiksa kembali untuk melihat perkembangannya. “Dengan pemeriksaan ulang ini, kami dapat menentukan apakah kondisi sudah membaik atau masih memerlukan tindak lanjut kesehatan berikutnya,” terang Dr. Atika.
Dina Wahyuningtas, S. Pd., guru yang bertanggung jawab dalam pemantauan kesehatan murid di MAN 1 Yogyakarta, menyampaikan bahwa keterlibatan madrasah dalam pemantauan kesehatan murid menjadi bentuk kepedulian yang nyata terhadap kesejahteraan murid. Dina menagatakan bahwa madrasah dan puskesmas berusaha memastikan bahwa hasil skrining tidak berhenti sebagai data. Anak-anak yang membutuhkan perhatian harus mendapatkan pendampingan dan tindak lanjut yang tepat. “Kami juga berharap para murid semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan tidak mengabaikan kondisi tubuh mereka,” terang Dina.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, hasil skrining akan ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Hasil pemeriksaan selanjutnya akan disampaikan kepada orang tua atau wali murid sebagai dasar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut apabila diperlukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Dengan demikian, skrining kesehatan tidak hanya menjadi kegiatan pemeriksaan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan remaja putri tumbuh dalam kondisi sehat dan mampu mengikuti proses pendidikan secara optimal. (luf)