Pengajian Keluarga MAN Yogyakarta I: Ibadah Menjadi Wasilah Datangnya Rahmat Allah SWT

30 Oct 2016, 17:00 MAN 1 Yogyakarta 1471

this used to be photo

Sleman(MAN YK I)-Tali silaturrohim di antara citivitas akademika wajib dikuatkan, karena kuatnya tali silaturrohim menjadi salah satu faktor kemajuan madrasah. Seperti yang dilakukan oleh Keluarga Besar MAN Yogyakarta I. Madrasah ini selenggarakan pengajian rutin dua bulanan untuk guru dan pegawai beserta keluarga, Ahad(30/10) di kediaman Wakil Kepala MAN Yogyakarta I Bidang Kurikulum Drs.Giyanto, Desa Plumbon, Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Acara ini diawali dengan mujahadah bersama, yang dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hakim Drs.KH.M.Nawawi, M.S.I.

Kepala MAN Yogyakarta I Drs.H.Wiranto Prasetyahadi, M.Pd. menyampaikan, acara pengajian ini seperti ini sangat penting. Pasalnya, di dalamnya ada nilai-nilai sosial bagi guru dan pegawai. Karena itu ia berharap kegiatan positip ini, bisa terus dilestarikan.

Selain itu ia mengungkapkan salah satu hal yang dibutuhkan oleh setiap orang yaitu kebahagian. Menurutnya, kebahagiaan itu terkait pada sikap syukur seseorang dalam segala hal. Semakin orang itu pandai bersyukur atas apa yang diberikan Allah swt, maka orang itu akan mendapatkan kebahagiaan. Lantas ia mengajak untuk selalu bersikap ikhlas dan positive thinking dalam bekerja di MAN Yogyakarta I, agar civitas akademika MAN Yogyakarta I solid.

Senada dengan hal itu, Penceramah Dr. Supriyanto Pasir, M.Ag menuturkan, ketaatan kepada Allah swt merupakan salah satu wujud syukur atas nikmat-Nya. Lalu ia menyampaikan kisah, dalam sebuah hadits Nabawi, bahwa Nabi Muhammad saw selalu menjalankan sholat malam hingga kakinya bengkak, hal itu dilakukan oleh Nabi untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Selanjutnya, ia mengajak untuk menjaga keikhlasan dalam amal perbuatan kita, serta menjauhi sifat sombong dan membanggakan ibadah yang telah dilakukan. Pasalnya, orang yang merasa bangga dengan amalnya tidak akan pernah diterimah amalnnya oleh Allah swt. “apa artinya qiyamul lail, jika pagi harinya merasa takjub dan bangga diri,”ujarnya.

Penceramah yang juga akrab disapa Shobri Bashir ini mengajak hadirin untuk bertafakkur. “Boleh jadi, saat engkau tidur lelap pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu, dari seorang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari seorang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari seorang yang berpapasan denganmu yang telah engkau beri senyuman, atau dari seorang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan,”ungkapnya.

Untuk itu Penceramah yang juga Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengingatkan, agar tidak meremehkan sekecil apapun kebaikan itu. Sehingga menurutnya, masuk surga itu bukan karena ibadah kita tetapi karena rahmat Allah swt. “Ibadah menjadi wasilah datangnya rahmat Allah swt,”pungkasnya. (hmd/dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Koperasi MAN 1 Yogyakarta Dinilai Tertib dalam Pengawasan Eksternal
02 Apr 2026, 10:18

Perkuat Kinerja dan Inovasi, MAN 1 Yogyakarta Hadiri Raker Kemenag Kota Yogyakarta
02 Apr 2026, 09:26

Persiapan Sejak Dini, Antar Farell, Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos SNBP UPN Yogyakarta
02 Apr 2026, 07:33

Dari Pencarian Panjang, Naura dari MAN 1 Yogyakarta Lolos ke MKP UGM
02 Apr 2026, 07:31

Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos Teknik Kimia UGM, Buah Konsistensi Sejak Kelas X
02 Apr 2026, 07:29

Translate this website: