Yogyakarta (MAN 1 Yogya) - Kegiatan Ngaji Inspirasi kembali digelar oleh MAN PK MAN 1 Yogyakarta pada Senin (18/5/2026) di Aula MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan sosok inspiratif Binziad Kadafi, S.H., LL.M., Ph.D seorang ahli hukum nasional yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi Yudisial Republik Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Binziad Kadafi memberikan motivasi sekaligus refleksi kebangsaan kepada para santri MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Alumni MAN 1 Yogyakarta angkatan 1990–1993 itu menekankan pentingnya santri untuk menjadi generasi yang mampu menjaga integritas, berpikir kritis, dan memiliki daya tahan moral di tengah berbagai tantangan sosial bangsa.
Ia juga membagikan perjalanan pendidikannya yang dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi magister di University of Washington School of Law, Amerika Serikat, hingga meraih gelar doktor dari Tilburg University Law School, Belanda. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa santri madrasah memiliki peluang besar untuk berkiprah di level nasional maupun internasional.
Dalam pemaparannya, Binziad Kadafi menyoroti karakter negatif masyarakat Indonesia yang pernah dikemukakan oleh budayawan sekaligus wartawan senior Mochtar Lubis dalam pidatonya berjudul “Manusia Indonesia”. Beberapa karakter yang disampaikan antara lain:
1. Sikap munafik atau tidak berani menunjukkan jati diri secara jujur.
2. Mental feodal dan kecenderungan mengagungkan kekuasaan.
3. Lemahnya rasa tanggung jawab terhadap kepentingan bersama.
3. Kebiasaan menghindari disiplin dan kerja keras.
4. Kurangnya keberanian untuk bersikap kritis terhadap ketidakadilan.

Menurutnya, santri MAN PK harus mampu menjadi generasi pengubah keadaan dengan menghadirkan karakter sebaliknya: jujur, disiplin, berintegritas, berpikiran terbuka, serta memiliki keberanian moral dalam memperjuangkan kebenaran.
“Santri hari ini tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus kuat secara karakter dan memiliki keberanian intelektual,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi yang hangat dan kritis. Banyak santri menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah akhir-akhir ini yang dipandang kurang berpihak pada dunia pendidikan, seperti efisiensi anggaran pendidikan hingga isu pencabutan beasiswa bagi santri MAN PK. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul menunjukkan kepedulian santri terhadap masa depan pendidikan dan keberlanjutan akses belajar bagi generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa forum seperti Ngaji Inspirasi sangat penting untuk membentuk daya pikir kritis sekaligus kedewasaan sikap para santri.
Ia menegaskan bahwa santri harus mampu menyampaikan aspirasi secara cerdas, santun, dan berbasis argumentasi yang kuat. Menurutnya, pendidikan bukan hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga melatih kepekaan sosial serta tanggung jawab kebangsaan.
“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga. Santri belajar langsung dari tokoh nasional, memahami realitas bangsa, sekaligus dilatih untuk berpikir solutif dan tetap menjaga adab dalam menyampaikan kritik,” tuturnya.
Melalui kegiatan Ngaji Inspirasi ini, MAN PK MAN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi santri yang unggul secara intelektual, kokoh dalam integritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa. (H.A)