Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr (HC) Zulkiflia Hasan, S.E., M.M., ke MAN 1 Yogyakarta menjadi momentum edukatif bagi para siswa dalam memahami pentingnya ketahanan pangan nasional sejak dini.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda. Indonesia sebagai negara besar membutuhkan kemandirian pangan agar mampu bertahan di tengah berbagai tantangan global.
“Ketahanan pangan sangat penting bagi bangsa sebesar Indonesia. Kuncinya adalah berani mengambil langkah dan jangan malas berpikir,” tegas beliau, mengajak para siswa untuk memiliki pola pikir kritis, kreatif, dan solutif dalam menghadapi masa depan.
Salah satu program yang disosialisasikan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk memastikan para pelajar mendapatkan asupan gizi yang cukup demi menunjang kesehatan dan prestasi belajar. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi Indonesia Emas.

Kegiatan berlangsung interaktif ketika Zulkifli Hasan mengajak para murid berdialog langsung. Dalam sesi tanya jawab tersebut, empat murid beruntung mendapatkan hadiah berupa tablet sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi aktif mereka.
Kehadiran beliau di MAN 1 Yogyakarta menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan generasi muda. Program MBG yang diperkenalkan diharapkan mampu memberikan dampak langsung, tidak hanya pada kesehatan murid, tetapi juga pada semangat belajar mereka.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kunjungan ini. Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung memberikan energi positif bagi seluruh warga madrasah.
“Kami merasa bangga dan terhormat atas kunjungan Bapak Menko. Ini menjadi inspirasi bagi murid kami untuk berpikir lebih luas, berani, dan tidak mudah menyerah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga dorongan untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia di masa depan. (HA)