Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Dalam upaya memperkuat fondasi keagamaan peserta didik sejak awal memasuki lingkungan madrasah, Unit Keagamaan dan Kepesantrenan MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan Matrikulasi Keagamaan bagi seluruh murid kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027. Program ini digagas oleh Unit Keagamaan dan Kepesantrenan sebagai langkah strategis untuk memetakan sekaligus menguatkan kompetensi dasar keagamaan seluruh peserta didik baru.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada Selasa (28/7/2026) dengan fokus pada matrikulasi bacaan Al-Qur'an dan tahfiz. Seluruh peserta mengikuti asesmen secara langsung di kelas masing-masing bersama guru pengampu Al-Qur'an.
Materi yang diujikan meliputi kemampuan tajwid, makharijul huruf, kelancaran membaca, keindahan bacaan (tahsin), serta pendataan awal kemampuan hafalan Al-Qur'an. Pemetaan hafalan ini sekaligus menjadi dasar pembinaan calon peserta Apresiasi Tahfiz yang akan diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional pada bulan Oktober mendatang.
Sementara itu, sesi kedua dijadwalkan berlangsung pada Jumat (31/7/2026) dengan materi matrikulasi praktik ibadah. Pada sesi ini, peserta akan memperoleh penguatan fikih dasar yang mencakup thaharah, pelaksanaan ibadah wajib, serta berbagai praktik amaliah harian yang menjadi bagian dari pembiasaan kehidupan seorang muslim.
Program matrikulasi ini tidak sekadar menjadi kegiatan asesmen awal, tetapi juga merupakan ikhtiar madrasah dalam memastikan bahwa seluruh peserta didik memiliki bekal keagamaan yang baik sebagai landasan dalam menempuh pendidikan di MAN 1 Yogyakarta. Melalui pemetaan yang komprehensif, guru dapat menyusun strategi pembinaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing murid sehingga proses pembelajaran agama berlangsung lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan visi MAN 1 Yogyakarta dalam membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman, matrikulasi keagamaan diharapkan mampu menumbuhkan budaya cinta Al-Qur'an, meningkatkan kualitas ibadah, serta membangun karakter religius yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Unit Keagamaan dan Kepesantrenan MAN 1 Yogyakarta, Ustadz Moh. Fadlil Afif, Lc, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab madrasah dalam mengenali kemampuan awal setiap peserta didik sebelum memasuki proses pembinaan yang lebih intensif.
"Matrikulasi keagamaan bukan sekadar mengukur kemampuan membaca Al-Qur'an atau praktik ibadah, tetapi menjadi langkah awal untuk memetakan potensi, kebutuhan pembinaan, sekaligus menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an dan ibadah yang benar sejak hari pertama mereka menjadi keluarga besar MAN 1 Yogyakarta. Kami ingin setiap murid memperoleh layanan pembinaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan berdampak."
Ia menambahkan bahwa hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan Al-Qur'an, tahsin, tahfiz, maupun pendampingan praktik ibadah selama peserta didik menempuh pendidikan di MAN 1 Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas inovasi yang diinisiasi oleh Unit Keagamaan dan Kepesantrenan tersebut. Menurutnya, penguatan fondasi spiritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan karakter peserta didik.
"Keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan kualitas akhlak dan spiritual. Melalui matrikulasi keagamaan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap murid memiliki pondasi yang kuat dalam membaca Al-Qur'an, memahami ajaran Islam, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi salah satu ikhtiar nyata MAN 1 Yogyakarta dalam melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebermanfaatan bagi umat dan bangsa." (H.A)