Bantul (MAN 1 Yogya) — Dua minggu sebelum tampil dalam PKM Kota Yogyakarta, Quinn Anabella Dewantara, atau yang akrab disapa Abel, murid kelas XA MAN 1 Yogyakarta, sempat mengalami kekalahan dalam kompetisi Bahasa Inggris. Sempat kehilangan kepercayaan diri, Abel memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai dorongan untuk kembali mencoba.
Kesempatan itu datang pada 15 September 2026. Membawa nama MAN 1 Yogyakarta dalam ajang Lomba Pidato Bahasa Inggris PKM Tingkat Kota Yogyakarta, Abel berhasil meraih Juara 1 melalui pidato bertajuk “Preventing Juvenile Delinquency Through Positive Youth Development.”
Dalam pidatonya, Abel tidak sekadar membahas kenakalan remaja, tetapi mengajak audiens melihat persoalan tersebut lebih jauh. Menurutnya, ketika kenakalan remaja terjadi, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya siapa atau bagaimana, tetapi juga mengapa.
“Saya percaya bahwa kenakalan remaja pasti memiliki latar belakang. Cara untuk mencegahnya adalah dengan mendengar dan mendukung mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya menghukum mereka,” jelas Abel.
Persiapannya dilakukan dalam waktu sekitar tiga minggu. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menguasai pidato berdurasi sekitar enam menit 30 detik. Abel tidak hanya menghafalkan naskah, tetapi juga memahami alur dan gagasan utamanya agar dapat tetap melanjutkan pidato apabila terjadi hal di luar rencana.
Hal tersebut benar-benar ia alami saat tampil. Abel sempat melupakan salah satu bagian naskah karena gugup. Namun, ia mampu tetap tenang dan melakukan improvisasi hingga penampilannya selesai.
“Untungnya saya tidak panik. Saya mencoba mengingat kembali garis besarnya dan melakukan improvisasi supaya tetap bisa melanjutkan,” tuturnya.
Ketika namanya diumumkan sebagai Juara 1, Abel mengaku terkejut sekaligus bangga. Baginya, kemenangan tersebut terasa semakin berarti karena diraih setelah pengalaman kekalahan yang belum lama ia alami.
“Saya sempat merasa tidak percaya diri setelah kalah di kompetisi sebelumnya. Tapi saya berpikir mungkin kekalahan itu adalah pesan dari Allah SWT bahwa saya bisa menemukan kesempatan lain yang lebih bermanfaat,” ungkap Abel.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi prestasi yang diraih Abel. Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya keberanian untuk terus mencoba dan belajar dari setiap pengalaman.
“Prestasi Ananda Abel tentu membanggakan madrasah. Semoga semangatnya untuk terus mencoba dan berkembang dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ungkap Edi.
Abel pun menitipkan pesan sederhana kepada teman-temannya yang masih ragu untuk mengikuti kompetisi.
“Kalau satu pintu tertutup, akan ada pintu lain yang terbuka lebar. Kalau diberi kesempatan, ambillah. Tidak perlu terlalu memikirkan menang atau kalah. Yang penting berani mencoba, karena cara untuk berkembang adalah dengan mencoba.”
Dari kekalahan, Abel belajar untuk kembali percaya. Dari sebuah kesempatan, ia membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dapat membawa seseorang menuju pencapaian yang tak disangka. (mut)