Siap Menghadapi Puasa Ramadan

12 Feb 2026, 22:34 Siti Marwiyah, SIP. 67

Bulan Ramadan dalam penghitungan kalender Hijriah jatuh pada bulan kesembilan. Dalam bahasa Arab, Ramadan berasal dari kata ramida ( َرَمِض ) atau ar-ramad ( ُالرًّمَض ) yang berarti membakar atau mengeringkan. Oleh karena itu, bulan Ramadan dianggap sebagai bulan yang paling suci bagi umat Muslim karena pada bulan ini umat Muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh, berbuat kebaikan, serta meninggalkan kemaksiatan sebagai bentuk upaya meraih pahala sebanyak-banyaknya.

 

Kesakralan ibadah di bulan Ramadan juga dijadikan sebagai momentum untuk menghapus dosa-dosa selama setahun yang telah terlewati melalui amal kebaikan, karena pahala yang dijanjikan Allah Swt. ketika beramal di bulan Ramadan adalah pahala yang berlipat ganda. Bulan Ramadan adalah bulan ketika setan-setan dibelenggu dan pintu surga dibuka selebar-lebarnya, sehingga menjadi waktu terbaik untuk memaksimalkan ibadah.

 

Ibadah puasa berarti menahan diri serta mengendalikan hawa nafsu dari lapar, haus, makan dan minum, menahan amarah, serta menjauhi hal-hal yang dilarang dalam syariat Islam. Menurut syariat Islam, puasa Ramadan hukumnya fardhu (wajib) bagi kaum Muslim, kecuali bagi mereka yang memiliki halangan secara syariat, seperti ibu hamil dan menyusui, orang yang sakit keras, anak yang belum baligh, lansia yang lemah, orang yang hilang akal, musafir, serta wanita yang sedang haid atau nifas.

 

Dalam ajaran Islam, mereka yang terhalang untuk berpuasa tetap mendapatkan keringanan (rukhsah) untuk memperoleh pahala Ramadan dengan cara menggantinya melalui qadha (berpuasa di hari lain setelah Ramadan usai) atau membayar fidyah (memberi makan orang miskin) sesuai kadar yang telah ditentukan dalam syariat Islam.

 

Pahala puasa Ramadan sangat besar dan istimewa. Allah Swt. menjanjikan pengampunan dosa-dosa yang telah berlalu bagi umat Muslim yang berpuasa dengan iman dan mengharap rida-Nya. Pahala puasa tidak terbatas karena langsung diberikan oleh Allah Swt. Orang yang berpuasa juga mendapatkan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan saat bertemu dengan Allah. Bahkan, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada harumnya bunga kasturi. Sungguh amat merugi orang-orang yang tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan sebaik-baiknya dan penuh keimanan.

 

Agar ibadah puasa berjalan lancar, tubuh tetap bugar, dan tidak lemas, beberapa hal berikut dapat diperhatikan:

1. Pastikan tidak melewatkan sahur (makan hingga sebelum azan Subuh dikumandangkan) dan berbuka puasa (setelah azan Magrib dikumandangkan) dengan mengonsumsi makanan bergizi dan bernutrisi serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

2. Istirahat yang cukup serta konsisten dalam beribadah dengan menyusun program atau jadwal kegiatan pribadi selama Ramadan.

3. Melakukan olahraga ringan secara berkala yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik.

4. Menerapkan manajemen stres, yaitu dengan mengendalikan diri dari hawa nafsu, menahan sikap emosional yang berlebihan, serta menjaga kesehatan mental dengan menghindari hubungan pertemanan yang berpotensi menimbulkan konflik, sehingga energi ketika berpuasa tidak terkuras untuk penyelesaian konflik.

 

Dengan menerapkan tips menjalankan puasa Ramadan dengan penuh semangat, mengharap pahala dan rida-Nya tersebut, semoga tubuh kita senantiasa tetap bertenaga dan ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar. Dengan tubuh yang sehat dan kuat, ibadah puasa pun dapat dijalankan secara optimal sehingga kita dapat menyambut kemenangan dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan.

Penulis: Siti Marwiyah, SIP.

Biografi Penulis:

Siti Marwiyah, SIP. Pustakawan MAN 1 Yogyakarta

Foto Penulis:


Bagikan Artikel :


Buletin Jumat Madrasah Yang Lain

Ramadan di Negeri Damai: Mensyukuri Karunia Kebebasan Ibadah di Tengah Bara Konflik Timur Tengah
06 Mar 2026, 09:12

Ramadan sebagai Gerakan Moral: Menguatkan Umat Tanpa Dihiasi Kebencian
27 Feb 2026, 14:27

Mutiara Kesadaran Diri
20 Feb 2026, 06:04

Siap Menghadapi Puasa Ramadan
12 Feb 2026, 22:34

Bencana sebagai Teguran, Bukan Akhir Sebuah Harapan
06 Feb 2026, 16:28

Translate this website: