Ramadan di Indonesia tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga dengan berbagai tradisi yang unik dan penuh makna. Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah berbuka puasa bersama atau sering disebut “bukber”. Tradisi ini biasanya dilakukan bersama keluarga, teman, atau rekan kerja untuk mempererat hubungan.
Dalam acara bukber ini biasanya diisi dengan berbagai keseruan yang dihadirkan guna untuk menghibur diri selagi menunggu berbuka. Meski berpuasa semangat untuk beraktifitas dengan orang lain tentunya harus tetap ada dan jangan sampai puasa menjadi alasan untuk lesu dan tak bersemangat.
Selain itu, ada juga tradisi membangunkan sahur di beberapa daerah. Anak-anak atau pemuda biasanya berkeliling kampung sambil memukul kentongan atau alat musik sederhana untuk membangunkan warga agar tidak terlambat makan sahur.
Hal ini tentunya memberikan banyak manfaat untuk orang lain dengan adanya suara suara yang diciptakan mampu membantu orang lain untuk terbangun dari tidurnya. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dapat membuat sebuah lingkungan masyarakat terasa lebih hidup.
Tak sampai disitu, pasar takjil juga menjadi ciri khas Ramadan di Indonesia. Menjelang waktu berbuka puasa, banyak pedagang menjual berbagai makanan seperti kolak, gorengan, es buah, dan kurma. Suasana ini membuat bulan Ramadan terasa lebih meriah dan hangat.
Bahkan sempat menjadi trend yang tersebar di platform media sosial sebuah istilah "war takjil" dimana masyarakat berburu takjil, berlomba lomba agar tidak kalah dengan yang lainnya.
Tradisi-tradisi tersebut menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang kebersamaan dan kebahagiaan dalam berbagi dengan orang lain.
Penulis: Javanda Afdesyia Harlic (XI PK 2)