Tidak Eligible SNBP Bukan Akhir: Perjalanan Zulfa MAN 1 Yogyakarta Menuju UNDIP

17 Jun 2026, 07:28 MAN 1 Yogyakarta 38

this used to be photo

Perjalanan menuju perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Hal inilah yang dirasakan oleh Zulfa Haniatus Zahra kelas XII B dalam perjalanannya untuk dapat diterima di Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Diponegoro.

Untuk meraih buah manis keberhasilan masuk perguruan tinggi, Zulfa harus menghadapi kenyataan tidak dapat mengikuti jalur SNBP karena tidak termasuk ke dalam kategori murid eligible. Hal ini tidak menyusutkan semangatnya, tetapi justru menjadi api yang membakar semangatnya makin berkobar.

Zulfa membuktikan dengan persiapan yang matang dalam menghadapi UTBK. Ia mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi UTBK sejak masuk di kelas XII. Selain mengikuti bimbingan belajar, ia juga memperdalam pemahamannya dengan belajar secara mandiri. Ia mempelajari materi dan berbagai soal yang ia dapatkan.

Zulfa juga mengerjakan Try Out (TO) untuk mengukur dan melatih kemampuannya. Intensitas pengerjaan TO juga semakin meningkat seiring dengan waktu. Awalnya ia mengikuti TO sebulan sekali, kemudian meningkat menjadi seminggu sekali, hingga akhirnya hampir setiap hari menjelang pelaksanaan UTBK.
“Pengerjaan TO dengan disiplin ini membantu saya memahami pola soal di setiap subtesnya. Saya bisa menyusun strategi pengerjaan soal dan lebih terlatih saat mengerjakan UTBK nantinya. Selain itu, saya juga mengevaluasi hasil pengerjaan TO dan mempelajari materi yang sekiranya masih kurang paham”, ujar Zulfa.

Persiapan dalam menghadapi UTBK ini tidak berjalan dengan mulus. Rasa malas dan kurang percaya diri terkadang melingkupi hati Zulfa. Zulfa berusaha melawan rasa malas tersebut dengan melakukan hal-hal produktif. Ia juga selalu berpikir positif untuk menghilangkan rasa kurang percaya diri. Menurutnya, mengubah mindset menjadi lebih optimis sangat diperlukan untuk meningkatkan motivasinya yang sempat menurun.

Selain usaha pribadi, lingkungan yang suportif juga menjadi sumber semangat bagi Zulfa. Zulfa sering menghabiskan waktu belajar bersama teman-temannya dan saling membantu dalam memahami materi UTBK. Tidak hanya belajar bersama, mereka juga saling memberi dukungan dan doa demi masa depan masing-masing. Selain itu, dukungan keluarga juga semakin menguatkan Zulfa dalam perjalanannya meraih cita-cita.

Berkat kerja keras, konsistensi, dan dukungan dari orang-orang sekitar, Zulfa akhirnya berhasil diterima di Prodi Administrasi Publik, UNDIP melalui jalur SNBT. Putri dari Bapak Ahmad Fauzi (Alm.) dan Ibu Zaenani Qodriyatun ini memilih Prodi Administrasi Publik bukan tanpa alasan. Ia memiliki ketertarikan dalam pengelolaan kebijakan dan pemberian layanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga publik. Menurutnya, administrasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Saya melihat bahwa administrasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui prodi ini saya berharap dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen yang nantinya dapat saya gunakan untuk berkontribusi dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat”, tambah Zulfa.

Ke depan, Zulfa ingin menjadi seorang profesional yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar melalui bidang administrasi dan pelayanan publik. Ia berharap dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membantuk menciptakan kebijakan yang bermafaat bagi masyarakat.

Dari perjalanan yang telah dilaluinya, Zulfa memperoleh banyak pelajaran berharga. Ia berpesan kepada adik-adik kelas untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini dan mencari lingkungan yang positif agar dapat berkembang dengan lebih baik.

Sebagai penyemangat dalam menghadapi masa-masa sulit, Zulfa selalu memegang teguh motto hidupnya:
"Kalian mungkin hanya punya 1% peluang, tapi kalau hati kalian masih ingin terus berjuang, kesempatan itu tidak akan pernah berkurang menjadi 0%."

Semangat, konsistensi, dan keyakinan menjadi kunci perjalanan Zulfa dalam meraih impiannya. Kisahnya membuktikan bahwa peluang sekecil apa pun dapat menjadi kenyataan ketika diiringi dengan usaha dan tekad yang kuat.

Penulis: Malya Adzillina Silmi, S.Si. (Guru MAN 1 Yogyakarta)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Perkemahan Bakti XXXVIII MAN 1 Yogyakarta Resmi Dibuka, Tanamkan Nilai Kepedulian dan Tanggung Jawab
19 Jun 2026, 08:24

Dari MAN 1 Yogyakarta ke Sastra Arab Unpad: Tekad Fatih Jelajahi Dunia
19 Jun 2026, 07:26

Dua Puluh Murid MAN 1 Yogyakarta Memulai Perjuangannya di OSNK Kota Yogyakarta
19 Jun 2026, 07:25

Belajar dari Madrasah Berprestasi, MAN Kota Sorong Lakukan Studi Tiru ke MAN 1 Yogyakarta
18 Jun 2026, 07:35

Perkuat Pembelajaran Fikih, MGMP MA DIY Bedah CP, TP, dan ATP Terbaru
18 Jun 2026, 07:11

Translate this website: