Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di MAN 1 Yogyakarta pada Jumat (29/05/2026) tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Iduladha 1447 H, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif bagi para murid. Bertempat di area sekitar Masjid Al-Hakim MAN 1 Yogyakarta, proses penyembelihan sapi kurban dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan jagal profesional agar seluruh tahapan berjalan sesuai syariat Islam dan standar penanganan hewan kurban yang baik.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Ardhi Ardhian, S.Si., yang memastikan seluruh proses mulai dari persiapan, penyembelihan, hingga penanganan daging kurban berlangsung tertib, aman, dan higienis. Para murid tampak antusias menyaksikan secara langsung proses penyembelihan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual tentang makna Iduladha. Ardhi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk menjalankan ibadah kurban, tetapi juga memberikan edukasi kepada murid mengenai tata cara penyembelihan yang benar dan penuh tanggung jawab.
“Kami ingin murid memahami bahwa kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga mengandung nilai kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” jelas Ardhi.
Setelah proses penyembelihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanganan dan pemotongan sapi yang dilakukan secara sistematis oleh panitia yang bertugas bersama tenaga jagal. Para murid juga diberi kesempatan untuk mengamati dan membantu proses penanganan hewan kurban agar mereka memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar ruang kelas.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keterlibatan seluruh warga madrasah dalam menyukseskan kegiatan Iduladha tahun ini. Menurut Edi, praktik penyembelihan kurban menjadi media pembelajaran karakter yang sangat penting bagi peserta didik.
“Madrasah tidak hanya bertugas memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan. Dari kegiatan ini, murid belajar tentang keikhlasan, kepedulian sosial, kerja sama, dan penghormatan terhadap proses ibadah yang dijalankan dengan baik dan benar,” ungkap Edi.
Beberapa murid mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Mereka merasa praktik penyembelihan kurban memberikan pemahaman yang lebih nyata dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas. Sebagian murid pernah melihat proses penyembalihan hewan kurban di kampungnya, sedang sebagian lagi mengatakan, melihat secara langsung penyembelihan hewan kurban merupakan pengalaman baru.
Melalui kegiatan praktik penyembelihan kurban ini, MAN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membangun pengalaman spiritual, sosial, dan keterampilan hidup bagi peserta didik. (luf)