Saat Gawai Disimpan, Gema Al Qur’an Syahdu di MAN 1 Yogyakarta

09 Mar 2026, 11:41 MAN 1 Yogyakarta 42

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Suasana pagi di Masjid Al Hakim MAN 1 Yogyakarta, terasa sedikit hening.  Tidak ada tangan-tangan bermain gawai dan tidak ada layar yang menyala, Senin (9/3/2026). Yang terdengar hanya lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mengalun pelan, mengisi ruang masjid dengan ketenangan dari mushaf-mushaf Al Qur’an yang dibaca para murid kelas XI. Hari itu, murid kelas XI memulai rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan dengan membaca Surah Al-Kahfi dan Yasin secara bersama-sama.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan sholat dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan One Day One Hadith serta pelafalan doa-doa Ma’tsurat. Setelah itu, pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB, para murid mengikuti murojaah Al-Qur’an. Bregas, murid kelas XI PK 1, memimpin teman-temannya untuk membaca murojaah surat Yasin dan Al Kahfi. Seluruh murid membawa mushaf Al-Qur’an dan mengikuti bacaan dengan penuh kekhusyukan. Sejak awal pesantren Ramadan, untuk menjaga kekhidmatan suasana, semua telepon genggam dan perangkat elektronik dikumpulkan terlebih dahulu di kotak khusus sebelum kegiatan dimulai.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd. M. Pd., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk mengembalikan ruang batin murid di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi distraksi digital. “Di sekolah kita sering melatih murid untuk berpikir cepat dan bekerja keras. Tetapi melalui kegiatan seperti ini, kita juga ingin mengajarkan mereka untuk berhenti sejenak, menenangkan hati, dan mendengar suara ayat-ayat Allah SWT. Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga soal kejernihan hati,” ungkap Edi.

Suasana syahdu menyelimuti masjid. Para murid dan guru tampak larut dalam bacaan ayat-ayat suci yang dilantunkan bersama. Setelah tilawah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa yang dipimpin oleh beberapa murid dari kelas XI PK 1 secara bergantian. Pesantren Ramadan ini bertujuan membangun rutinitas ibadah yang baik selama bulan Ramadan, sekaligus menanamkan kebiasaan spiritual yang diharapkan terus berlanjut bahkan setelah Ramadan berakhir.

Menurutnya, kebiasaan kecil seperti membaca Al-Qur’an bersama di pagi hari dapat menjadi fondasi karakter yang kuat bagi para murid. Pesantren Ramadan di MAN 1 Yogyakarta diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum bagi murid untuk menumbuhkan kedekatan dengan Al-Qur’an serta membangun rutinitas ibadah yang membawa ketenangan dalam kehidupan sehari-hari. (luf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Koperasi MAN 1 Yogyakarta Dinilai Tertib dalam Pengawasan Eksternal
02 Apr 2026, 10:18

Perkuat Kinerja dan Inovasi, MAN 1 Yogyakarta Hadiri Raker Kemenag Kota Yogyakarta
02 Apr 2026, 09:26

Persiapan Sejak Dini, Antar Farell, Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos SNBP UPN Yogyakarta
02 Apr 2026, 07:33

Dari Pencarian Panjang, Naura dari MAN 1 Yogyakarta Lolos ke MKP UGM
02 Apr 2026, 07:31

Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos Teknik Kimia UGM, Buah Konsistensi Sejak Kelas X
02 Apr 2026, 07:29

Translate this website: