Qinarsyah Raih Juara 2: Lomba Artikel Nasional Bertema Mohammad Natsir

29 Apr 2025, 18:53 MAN 1 Yogyakarta 823

this used to be photo

Kota Yogyakarta (MAN 1 Yogya) - Dalam rangka memperingati jasa pahlawan nasional Dr. Mohammad Natsir dan Mosi Integral yang digagasnya, Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur menggelar lomba penulisan artikel bertema “Mengenang Pahlawan Nasional Dr. Mohammad Natsir dan Mosi Integral Kembalinya NKRI.” Ajang ini menjadi ruang intelektual yang tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengasah nalar kritis generasi muda.    

Qinarsyah, pelajar dari MAN 1 Yogyakarta yang berhasil raih juara 2 dalam lomba tersebut yang diumumkan secara online pada Jum'at (03/04/25) dan pada Minggu (27/04/25) dilaksanakan kegiatan penganugerahan hadiah yang bertempat di SMK Negeri 2 Probolinggo. Dalam artikelnya yang berjudul "Persatuan Bukan Takdir: Telaah Pemikiran Mosi Integral Natsir dan Relevansinya Terhadap Kondisi Indonesia Masa Kini", Qinarsyah mengangkat pemikiran besar Mohammad Natsir sebagai jawaban atas keprihatinannya terhadap kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.

“Saya melihat bahwa banyak anak bangsa yang belum memahami arah perjuangan para pendiri negeri ini. Maka saya ingin belajar, menggali, dan menyuarakan kembali ide-ide besar mereka, khususnya Mohammad Natsir,” ujar Qinarsyah.

Perjalanannya dalam menulis artikel tersebut tidaklah mudah. Mulai dari menentukan sudut pandang, membagi waktu antara sekolah, menulis, dan perannya di masyarakat, hingga keterbatasan akses literatur lama yang relevan telah ia lalui. Meski begitu, perjuangannya tidak berhenti di permukaan. Ia mendalami literatur-literatur lama yang membahas pemikiran Natsir, bahkan berkonsultasi langsung dengan Guru Besar dari UIN Raden Mas Said Surakarta dan seorang dosen di UIN Syaifudin Zuhri Purwokerto.

Qinar mengisahkan, ia mendapat informasi pertama tentang lomba ini dari Maam Lilis, guru Bahasa Inggris di sekolahnya. Mengetahui hal tersebut, dorongan untuk berkontribusi dalam memperbaiki negeri melalui tulisan pun menguat dan ia memutuskan untuk mengikuti lomba ini. Berawal dari keresahan pribadinya terhadap kondisi bangsa, ia memilih untuk menelaah pemikiran Mohammad Natsir yang terkenal sebagai tokoh intelektual di bidang sosial, politik, dan keagamaan.

“Sekecil-kecilnya perjuangan, tetaplah perjuangan,” ucapnya penuh semangat.

Bagi Qinarsyah, menulis bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan bentuk perjuangan. Ia percaya bahwa pemuda harus berani bersuara, berfikir kritis, dan bertindak nyata dalam membangun masa depan bangsa. (sha)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Diburu Ribuan Pendaftar, MAN 1 Yogyakarta Hanya Buka 282 Kursi PMB 2026/2027
03 Jul 2026, 07:12

Ketat! 578 Pendaftar Berebut 34 Kursi PMB Gelombang 2 MAN 1 Yogyakarta
03 Jul 2026, 07:06

Belajar dengan Hati: Cara ‘Nyeleneh’ Faishal MAN 1 Yogyakarta Temukan Jalan di Dunia Bahasa
03 Jul 2026, 07:04

Idealis pada Jurusan Impian, Realistis Memilih Kampus: Perjalanan Rifo, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menggapai UPI
02 Jul 2026, 07:08

Saat Kemalasan Dikalahkan oleh Mimpi: Kisah Azrha, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menuju Statistika UNY
02 Jul 2026, 07:07

Translate this website: