Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta memulai hari pertama penyerahan berkas Penerimaan Murid Baru (PMB) Program Kelas Internasional Tahun Ajaran 2026/2027. Pada hari pertama ini, tercatat sebanyak 41 berkas calon murid telah masuk ke panitia seleksi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 berkas dinyatakan lolos verifikasi karena telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Sementara itu, delapan berkas lainnya ditolak lantaran tidak sesuai dengan ketentuan administrasi yang berlaku.
Kepala Unit Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta, Dra. Endang Sri Utami, M.Pd., mengungkapkan bahwa sebagian besar kekurangan pada berkas yang ditolak berkaitan dengan capaian akademik, khususnya pada mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
“Sebagian kekurangannya di nilai matematika dan IPA. Berkas yang terverifikasi kebanyakan nilainya bagus-bagus dan merata, baik bahasa Inggris, matematika maupun IPA. Ada beberapa pendaftar dari SMP berstandar internasional juga,” ujar Endang.

Program Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta tahun ini membuka pendaftaran sejak 30 Maret hingga 9 April 2026. Adapun penyerahan berkas dijadwalkan pada 4 dan 9 April 2026. Bagi pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi berkas, tahapan selanjutnya adalah mengikuti Computer Based Test (CBT) dan tes wawancara yang akan dilaksanakan pada 11–12 April 2026. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 30 April 2026.
Hingga 4 April 2026, tercatat sebanyak 86 peserta telah mendaftar secara daring. Dari jumlah tersebut, panitia menetapkan kuota penerimaan sebanyak 30 murid untuk Program Kelas Internasional.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat untuk menjaring calon murid dengan kualitas akademik dan kesiapan yang baik.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas Program Kelas Internasional dengan seleksi yang objektif dan transparan. Tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran berbasis internasional menjadi pertimbangan utama,” ujar Edi.
Ia berharap program ini dapat terus melahirkan lulusan yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global. (dee)