Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta menyelenggarakan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah bertema “Bersama Mewujudkan Generasi Unggul dan Berakhlakul Karimah”. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka pada Senin (2/3/2026) oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A., di aula madrasah. Peserta pada hari pertama Pesantren Ramadan adalah Kelas X.
Salah satu agenda utama adalah Kajian Ramadan bertajuk Etika Remaja Muslim di Era Modern yang disampaikan Abdul Kahfi Amrulloh, M.Pd.I., dosen sekaligus alumni MAN 1 Yogyakarta. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa remaja hari ini hidup di tengah tantangan moral yang nyata.
Mengutip sejumlah survei, ia menyebut 42 persen murid pernah lalai shalat karena bermain gawai. Sebanyak 50 persen remaja usia 17–20 tahun tercatat pernah mengonsumsi minuman keras. Data BPS menunjukkan 3.312.000 remaja usia 15–25 tahun terpapar narkoba, sementara 7,4 persen remaja usia 10–18 tahun merupakan perokok aktif.

“Remaja kita pintar dan berprestasi. Namun, jika kebohongan kecil dianggap biasa dan shalat ditunda tanpa rasa bersalah, di situlah akhlak perlu diteguhkan,” ujarnya.
Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” Mengutip Imam Al-Ghazali, ia menegaskan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa hingga melahirkan perbuatan secara spontan tanpa dipikirkan lagi.
Menurutnya, etika remaja Islam bukan sekadar menjauhi pacaran atau kenakalan, tetapi kemampuan mengelola pikiran, perasaan, dan perilaku. Kontrol diri menjadi kunci, sebagaimana firman Allah dalam Surah Yusuf ayat 53 tentang nafsu yang cenderung pada keburukan kecuali yang dirahmati-Nya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pandangan dan pergaulan, membatasi konten digital, memilih teman yang baik, serta memperbaiki kualitas shalat. “Keunggulan sejati adalah saat prestasi berjalan seiring dengan akhlakul karimah,” katanya. (dee)