Pesantren Ramadan MAN 1 Yogyakarta, Mengasah Akhlak di Tengah Distraksi Digital

02 Mar 2026, 14:57 MAN 1 Yogyakarta 59

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta menggelar Pesantren Ramadan 1447 Hijriah dengan mengusung tema “Bersama Mewujudkan Generasi Unggul dan Berakhlakul Karimah”. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Senin (2/3/2026) pagi di aula madrasah oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A.
Pesantren Ramadan bagi murid kelas X dan XI ini dilaksanakan secara bergantian hingga Rabu pekan depan. Program tersebut menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus refleksi diri di tengah dinamika kehidupan remaja yang kian lekat dengan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Wakhid menyampaikan pesan Kepala Madrasah agar para murid mampu memanfaatkan momentum Ramadan untuk membangun kesadaran diri. Ia menilai, generasi kelas X merupakan generasi yang cerdas dan adaptif sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan tertinggal informasi. Namun, di balik kecakapan itu, terdapat kecenderungan untuk abai terhadap jeda.
“Anak-anak sekarang sangat cepat menyerap informasi. Tetapi sering kali lupa membuat jeda. Jeda untuk merenung dan merefleksikan diri,” ujar Wakhid.
Ia menyoroti derasnya stimulasi yang diterima remaja masa kini, mulai dari pola konsumsi hingga paparan konten digital. Menurutnya, kadar dopamin kerap dirangsang oleh hal-hal yang melampaui realitas sebenarnya, seperti makanan cepat saji maupun tayangan video berdurasi singkat yang terus-menerus dikonsumsi.


“Hormon anak-anak sekarang berkembang lebih pesat dibanding generasi sebelumnya, salah satunya karena pola konsumsi junk food dan intensitas menikmati video shorts. Semua itu memberi rangsangan instan yang membuat kita sulit berhenti,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang refleksi yang lebih utuh, panitia menerapkan kebijakan pengumpulan telepon genggam selama kegiatan berlangsung. Gawai baru dapat diambil kembali setelah rangkaian acara selesai.
“Kami ingin kalian benar-benar hadir, melihat realitas, dan merasakan suasana Ramadan tanpa distraksi,” ujar Wakhid sebelum secara resmi membuka kegiatan dengan pembacaan basmalah.
Pesantren Ramadan MAN 1 Yogyakarta diisi dengan beragam kegiatan yang dirancang untuk memperkuat dimensi spiritual dan intelektual murid. Rangkaian kegiatan meliputi shalat duha dan shalat hajat berjamaah, pembacaan Al-Ma’tsurat, tadarus Al-Qur’an, kajian Ramadan, tahsin dan tahfiz, hingga khatmul Qur’an.
Selain itu, murid juga akan mengikuti diskusi kelompok, kajian film Islami, serta berbagai kompetisi bertema Ramadan, dan juga membuat poster etika Islami. Kegiatan akan ditutup dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan ukhuwah.
Melalui Pesantren Ramadan ini, MAN 1 Yogyakarta berupaya tidak hanya membekali murid dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membangun karakter yang seimbang. Unggul secara akademik sekaligus berakhlakul karimah di tengah tantangan zaman. (dee)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Koperasi MAN 1 Yogyakarta Dinilai Tertib dalam Pengawasan Eksternal
02 Apr 2026, 10:18

Perkuat Kinerja dan Inovasi, MAN 1 Yogyakarta Hadiri Raker Kemenag Kota Yogyakarta
02 Apr 2026, 09:26

Persiapan Sejak Dini, Antar Farell, Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos SNBP UPN Yogyakarta
02 Apr 2026, 07:33

Dari Pencarian Panjang, Naura dari MAN 1 Yogyakarta Lolos ke MKP UGM
02 Apr 2026, 07:31

Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos Teknik Kimia UGM, Buah Konsistensi Sejak Kelas X
02 Apr 2026, 07:29

Translate this website: