Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Atlet panjant tebing MAN 1 Yogyakarta berhasil meraih kejuaraan dalam perlombaan panjat tebing menempati posisi ketiga di kategori yang menguji kecepatan (speed) dan tingkat ketinggian panjatan (lead). Sebuah perlombaan yang diselenggarakan oleh Balai Dikmen, Puspresnas, BPTI, O2SN. yang berlokasi di Arena Panjat Tebing Tegalrejo (FPTI Kota Yogyakarta), tanggal 23 Mei 2026. Kemenangan gemilang ini akan menambah deretan prestasi yang diraih oleh murid-murid MAN 1 Yogya.
Saat sesi wawancara, Habib, selaku atlet yang mewakili MAN 1 Yogyakarta mengaku bahwa ia tidak terlalu paham secara mendalam tentang perlombaan panjat tebing, namun dengan niat ingin meraih prestasi dan ketertarikannya terhadap olahraga ini ia memberanikan diri untuk mendaftar. “Karena adanya niat untuk berprestasi dan ketertarikan dengan olahraga panjat tebing aku beranikan diri untuk daftar,” ujarnya.
Dengan persiapannya yang berlangsung hanya dalam waktu dua minggu. Habib menjalankan latihan rutin empat kali dalam seminggu itu di FPTI Yogyakarta. Di sana ia dapat belajar banyak tentang teknik panjat tebing yang cepat dan efektif. Dengan berbekal semangat Habib mampu mendapat hasil yang memuaskan dengan mencoba semampunya sehingga mendapat hasil yang terbaik.
Di balik perjuangannya, terdapat banyak pihak yang selalu memberikan dukungan dan semangat selama proses latihan hingga perlombaan berlangsung. Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim FPTI Kota Yogyakarta, para pembina, pelatih, serta teman-temannya yang senantiasa mendampingi dan memberikan motivasi untuk terus melangkah lebih jauh.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keberhasilan Habib. “Ananda Habib sudah menunjukkan bahwa keberanian mencoba hal baru bisa berbuah prestasi. Dengan persiapan singkat, ia tetap berusaha maksimal dan hasilnya membanggakan. Semoga pencapaian ini jadi inspirasi bagi teman-teman lain di MAN 1 Yogyakarta untuk tidak ragu menantang diri, karena setiap usaha sungguh-sungguh pasti membawa pengalaman berharga.”
Habib berpesan “Jangan pernah takut untuk mencoba. Rasa khawatir dan takut gagal itu sangat manusiawi, pasti ada. Namun, kita harus bisa berdamai dengan rasa takut itu, lalu mengubahnya menjadi bahan bakar untuk melompat lebih tinggi.” (yws)