Sleman (MAN 1 Yogya) — Rafa Al-Ghaniyu Purnama, murid MAN 1 Yogyakarta, berhasil meraih juara tiga Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam ajang Islamic Science and Art (ISnA) 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kompetisi tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut mencapai puncaknya pada babak final yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (1/3/2026).
Keikutsertaan Rafa dalam ajang tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba MTQ. Meski mengaku belum memiliki persiapan yang benar-benar matang karena belum mengetahui secara rinci mekanisme perlombaan, Rafa tetap berusaha tampil optimal dengan penuh keyakinan.
“Saya tetap berusaha melakukan yang terbaik saat lomba dan merasa sangat senang ketika nama saya disebut sebagai salah satu juara,” ujar Rafa.
Keberhasilan Rafa tidak terlepas dari kebiasaan murajaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an secara rutin setiap hari. Dalam kesehariannya, ia terbiasa mengulang hafalan hingga lima juz per hari sehingga mampu mengkhatamkan hafalan dalam waktu satu pekan.
Rutinitas tersebut ia jalani secara disiplin sejak pagi hingga malam hari. Rafa memulai dengan membaca sekitar 1,2 juz setelah bangun tidur, kemudian 1,5 juz setelah salat Subuh, dilanjutkan 1 juz di sela-sela kegiatan belajar, serta masing-masing 1 juz setelah Maghrib dan setelah Isya.
Ketekunan tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang akhirnya mengantarkannya meraih prestasi dalam kompetisi tersebut. Rafa juga menyebut keberhasilannya tidak lepas dari bimbingan para pembina tahfidz di madrasah, yakni Ustazah Ainiyatul Muzayanah dan Ustaz Ismail Rozi.
Ia pun menyampaikan pesan kepada teman-temannya yang sedang berproses menjaga hafalan Al-Qur’an agar tetap menjaga semangat dan kepercayaan diri.
“Tetap optimis, jangan ragu dalam menggapai tujuan,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd, mengapresiasi prestasi yang diraih Rafa.
“Prestasi yang diraih ananda Rafa merupakan kebanggaan bagi madrasah. Ini menunjukkan bahwa murid MAN 1 Yogyakarta tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang keagamaan, khususnya dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an,” tutur Edi.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang akademik maupun dalam pembinaan keagamaan. (raa)