Murid MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 1 Lomba Esai Nasional Historical Fest 2025

16 Oct 2025, 06:50 MAN 1 Yogyakarta 578

this used to be photo

Sleman (MAN 1 Yogya) - Semangat juang murid MAN 1 Yogyakarta kembali berbuah manis dalam bentuk prestasi yang membanggakan. Hastiti Maryam Mabruroh, murid kelas XG, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori Esai yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta dalam rangka Historical Fest 2025.

 

Tahun ini, Historical Festival mengangkat tema “Ekonomi Politik dalam Arus Sejarah Indonesia”, dengan tujuan merefleksikan kembali dinamika ekonomi politik yang membentuk perjalanan bangsa. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Hastiti tampil menonjol dengan esainya yang berjudul “Kontroversi Pajak Prostitusi di Indonesia dalam Pertentangan Antara Kebutuhan Fiskal dan Moralitas Agama.”

 

“Saya memilih topik ini karena ingin mengangkat isu yang jarang dibahas namun sangat relevan dengan kondisi ekonomi dan sosial Indonesia saat ini,” ujar Hastiti. Ia menyelesaikan esai tersebut dalam waktu dua minggu, melalui proses riset intensif dan pencarian referensi dari berbagai sumber daring. Tantangan utama yang dihadapi adalah menemukan ide yang segar dan sumber yang sesuai dengan tema lomba. “Saya banyak membaca artikel dan jurnal yang berkaitan, agar gagasan saya memiliki dasar yang kuat,” tambahnya.

 

Dalam proses penulisan, Hastiti mendapat bimbingan dari guru pembimbing Ahmad Baidhowi, S.Pd. “Peran beliau sangat besar dalam membantu saya menyusun esai agar lebih terarah dan menarik,” ungkapnya.

Penilaian lomba mencakup aspek tata penulisan, relevansi topik, kreativitas gagasan, analisis sintesis, serta ketepatan data dan sumber informasi. Selain itu, peserta juga dinilai dari presentasi esai, sikap penyampaian, dan kemampuan menjawab pertanyaan dari dewan juri.

 

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi Hastiti adalah bukti bahwa murid madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dengan gagasan yang kritis dan bernas. Kami bangga atas dedikasi dan keberanian Hastiti dalam mengangkat isu yang kompleks namun penting. Semoga ini menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus berkarya dan berpikir tajam,” ujarnya.

 

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Hastiti, tetapi juga memperkuat citra MAN 1 Yogyakarta sebagai madrasah yang mendorong muridnya untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkontribusi dalam wacana intelektual bangsa. (dee)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Diburu Ribuan Pendaftar, MAN 1 Yogyakarta Hanya Buka 282 Kursi PMB 2026/2027
03 Jul 2026, 07:12

Ketat! 578 Pendaftar Berebut 34 Kursi PMB Gelombang 2 MAN 1 Yogyakarta
03 Jul 2026, 07:06

Belajar dengan Hati: Cara ‘Nyeleneh’ Faishal MAN 1 Yogyakarta Temukan Jalan di Dunia Bahasa
03 Jul 2026, 07:04

Idealis pada Jurusan Impian, Realistis Memilih Kampus: Perjalanan Rifo, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menggapai UPI
02 Jul 2026, 07:08

Saat Kemalasan Dikalahkan oleh Mimpi: Kisah Azrha, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menuju Statistika UNY
02 Jul 2026, 07:07

Translate this website: