Yogyakarta (MAN 1 Yogya) - Murid MAN 1 Yogyakarta bernama Raden Roro Anggita Rizqi berhasil meraih juara 3 kata perorangan putri pada kejuaraan karate POPDA DIY. Perlombaan ini diadakan oleh pengrov DIY pada Sabtu (28/3/26) hingga (29/3/26) yang bertempat di auditorium UPY. terdapat 2 kategori cabor, yaitu kata (seni) dan kumite (semisparing) yang kedua nya diikuti oleh Anggita.
Ajang ini merupakan kejuaraan tingkat DIY yang mempertandingkan atlet-atlet pelajar terbaik dari tingkat Kabupaten/Kota se-DIY (Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul) untuk memperebutkan gelar juara tingkat provinsi.
Tentu persiapan perlombaan ini tidak mudah bagi Anggita, dikarenakan harus tetap rutin menjalankan latihan di tengah kesibukan dan juga bulan puasa Ramadan. "Perjalanan saya bisa dibilang cukup sulit karena di bulan puasa saya harus tetap rutin mengikuti latian fisik dan mengatur jadwal dengan kegiatan remaja masjid juga cukup sulit sehabis taraweh masih harus latian dan paling sulit nya untuk mempertahankan berat badan agar tetap stabil," ujar Anggita.
Walaupun Anggita telah memiliki persiapan untuk menghadapi lawan, ia tetap merasa gugup saat melihat bagan permainan dan lawannya. Bahkan ia sempat mengalami hal yang tidak mengenakkan karena terkena tendangan di wajahnya. "Saat tanding saya sempat cedera karena terkena tendangan di bagian wajah lalu saya harus cepat cepat recovery untuk berlaga kembali di POPDA 2026", sebut Anggita.
Anggita merasa sangat lelah karena harus lanjut mengikuti POPDA di hari yang berdekatan. Namun, karena ketekunannya dalam latihan dan dukungan penuh dari keluarga, Anggita merasa senang dengan perolehan juaranya. "Alhamdulillah senang sekali usaha saya tidak menghianati hasil walaupun hanya bisa membawa pulang perunggu", sebut Anggita.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyebut capaian ini sebagai buah dari ketekunan dan konsistensi yang dijaga murid di tengah berbagai keterbatasan.
“Prestasi ini lahir dari proses yang tidak ringan. Anggita menunjukkan bahwa dengan disiplin dan keteguhan, murid mampu berprestasi, bahkan di tengah tantangan seperti bulan puasa dan padatnya kegiatan,” ujarnya. (mhz)