Mengemas Daging Kurban: MAN 1 Yogyakarta Tanamkan Nilai Gotong Royong

30 May 2026, 08:27 MAN 1 Yogyakarta 29

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Deretan besek mulai tersusun rapi di sekitar Masjid Al-Hakim MAN 1 Yogyakarta, sementara para murid, guru, dan tenaga kependidikan tampak sibuk membagi tugas sejak pagi, Jumat (29/05/2026). Ada yang mengiris daging, menimbang, menata kemasan, hingga memastikan distribusi berjalan tertib. Di tengah aktivitas tersebut, suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa begitu kuat dalam rangkaian pengemasan daging kurban Iduladha 1447 H di MAN 1 Yogyakarta.

Kegiatan pengemasan daging dipimpin langsung oleh Soeprastiyono Nugroho, M.Pd.I., selaku koordinator pengelolaan dan penimbangan daging. Panitia yang bertugas dibantu sejumlah murid tampak bekerja sama membagi tugas, mulai dari memotong daging menjadi bagian-bagian kecil, menimbang sesuai ketentuan, hingga mengemas daging kurban menggunakan besek yang dialasi daun pisang maupun daun jati. Perkiraannya, daging sapi yang akan diterima warga sebanyak 7 sampai 7,5 ons ditambah bagian tubuh lainnya.

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya sosial dan karakter peserta didik di lingkungan madrasah. Edi mengataan bahwa dengan kegiatan menyembelih hewan kurban, madrasah berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyentuh nilai-nilai kehidupan. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, murid belajar tentang empati, tanggung jawab, dan arti berbagi kepada masyarakat.
“Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial,” ungkap Edi.

Suasana kerja sama dan gotong royong terlihat begitu kuat selama proses berlangsung. Murid-murid kelas X dan XI yang terlibat tampak antusias membantu panitia sambil belajar secara langsung mengenai proses distribusi hewan kurban yang tertib dan penuh tanggung jawab.

Soeprastiyono menyampaikan bahwa kegiatan pengemasan daging kurban bukan hanya kegiatan teknis semata, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi murid. Soeprastiyono yakin bahwa Iduladha mengajarkan banyak nilai kehidupan. Dari proses pengemasan ini, murid belajar tentang kerja sama, disiplin, kepedulian sosial, dan pentingnya saling membantu.
“Murid-murid tidak hanya diminta untuk melihat prosesnya, tetapi ikut terlibat langsung sehingga pembelajarannya terasa lebih nyata,” ujar soeprastoyono.

Dalam kesempatan ini, Soeprastiyono juga mengapresiasi kekompakan seluruh panitia dan murid yang mampu bekerja dengan cepat namun tetap menjaga ketertiban dan kebersihan area kegiatan.

Di akhir kegiatan, di area sekitar Masjid Al-Hakim tampak deretan besek berisi daging kurban tersusun rapi sebelum didistribusikan kepada warga madrasah dan masyarakat sekitar yang membutuhkan. Setelah seluruh proses selesai, panitia bersama murid memastikan area maadrasah bersih kembali setelah acara selesai. Melalui kegiatan pengemasan daging kurban ini, MAN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa semangat Iduladha tidak hanya hadir dalam prosesi ibadah, tetapi juga tercermin melalui budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan pembelajaran karakter yang hidup di tengah warga madrasah. (luf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Bumbu, dan Tawa,: Kehangatan dari Dapur Iduladha MAN 1 Yogyakarta
30 May 2026, 08:31

Asap Dapur Reda, MAN 1 Yogyakarta Adakan Lomba Kebersihan Kelas
30 May 2026, 08:30

MAN 1 Yogyakarta Meriahkan Iduladha dengan Adu Kreativitas, Rasa, dan Inovasi
30 May 2026, 08:28

Mengemas Daging Kurban: MAN 1 Yogyakarta Tanamkan Nilai Gotong Royong
30 May 2026, 08:27

Satukan Edukasi dan Ibadah, MAN 1 Yogyakarta Gelar Praktik Penyembelihan Kurban
30 May 2026, 07:14

Translate this website: