Yogyakarta (MAN 1 Yogya) - Empat murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi International Undergraduate Program (IUP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Intake 1. Pengumuman resmi disampaikan pada Selasa (10/3/2026) pukul 13.00 WIB.
Mereka adalah Akiyojiro Al Azizi Adamson (XII G) yang diterima di Teknik Geologi, Hafhsa Alifa Uzhma (XII F) di Teknologi Informasi, Sultan Arya Atanalif Agung (XII F) di Peternakan, serta Alya Zharifa Risandi (XII E) di Kedokteran Hewan. Keempatnya berhasil menembus seleksi yang dikenal kompetitif dengan standar internasional dan seluruh proses berbahasa Inggris.
Hafhsa Alifa Uzhma mengungkapkan bahwa seleksi IUP terdiri atas dua tahap utama. Tahap pertama berupa tes tulis, yakni Gadjah Mada Scholastic Test (GMST) dan Academic English Proficiency Test (AcEPT), sementara tahap kedua adalah wawancara, khususnya untuk Fakultas Teknik. “Setiap fakultas memiliki kebijakan seleksi yang bisa berbeda, tetapi semuanya menuntut kesiapan akademik dan kemampuan bahasa Inggris,” ujarnya.
Ia memilih jurusan Teknologi Informasi karena ingin melanjutkan minatnya di bidang teknologi yang telah ia tekuni sejak MA. Selain itu, prospek karier yang luas menjadi pertimbangan penting. Persiapan yang dilakukan pun tidak sederhana, mulai dari menyusun motivation letter, mengikuti tes TOEFL ITP, berlatih soal GMST, hingga simulasi wawancara dalam bahasa Inggris.

Di sisi lain, Akiyojiro Al Azizi Adamson menunjukkan perjalanan yang inspiratif. Awalnya, ia berfokus penuh pada persiapan UTBK sejak awal kelas XII dengan mengikuti program intensif. Namun, pada awal 2026, ia mulai melirik jalur IUP setelah menyadari potensi kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya. Ia kemudian melakukan riset mendalam terkait proses seleksi dan mempersiapkan diri untuk tes TOEFL, yang berhasil ia lalui dengan hasil memuaskan.
Setelah lolos seleksi administrasi, Akiyo mengikuti GMST yang terdiri atas subtes verbal, kuantitatif, dan figural. Keberhasilannya di tahap ini membawanya ke sesi wawancara yang menilai motivasi, pilihan jurusan, hingga rencana karier. Hanya berselang tiga hari, hasil akhir diumumkan dan ia dinyatakan diterima di Teknik Geologi. “Dari proses ini, saya belajar bahwa konsistensi, persiapan matang, dan keberanian mencoba peluang baru adalah kunci,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan lulusan yang kompetitif di tingkat internasional. Ini juga menjadi motivasi bagi murid lain untuk terus berusaha dan tidak ragu mengejar peluang,” katanya.
Pesan Hafhsa kepada rekan-rekannya menutup kisah ini dengan refleksi mendalam: percaya pada usaha, manfaatkan waktu sebaik mungkin, serta iringi ikhtiar dengan doa. “InsyaAllah, hasil terbaik telah disiapkan,” tuturnya. (dee)