Mendukbangga BKKBN Menyapa Murid MAN 1 Yogyakarta

29 Jun 2026, 07:21 MAN 1 Yogyakarta 25

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Republik Indonesia sekaligus Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan ke MAN 1 Yogyakarta, Kamis (25/06/2026). Kehadiran Menteri disambut hangat melalui pertunjukan Tari Saman oleh Ratoeh Alissa.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi program kependudukan nasional, khususnya Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah (GEMAR) yang digagas Kemendukbangga/BKKBN dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-33 dengan kampanye #AyahWajibHadir.

Dalam dialog interaktif bersama murid, Menteri Wihaji tidak hanya menyapa, tetapi juga mengajak murid berpikir kritis melalui sejumlah pertanyaan seputar kehidupan remaja, mulai dari uang saku hingga pemahaman tentang BKKBN. Jawaban para murid yang beragam disambut apresiasi langsung dari Menteri sebagai bentuk motivasi.
“Unit terkecil dari negara adalah keluarga. Jika ingin memperbaiki bangsa, maka perbaiki keluarganya terlebih dahulu,” ujarnya di hadapan para murid.

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda yang akan menjadi pemegang estafet Indonesia pada 2045. Menurutnya, saat ini anak-anak dan remaja menghadapi tantangan serius, terutama terkait kesehatan mental dan fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
“Anak-anak hari ini menghadapi dua persoalan besar: kesehatan mental dan fatherless. Jika tidak diantisipasi, maka ruang tumbuh mereka bisa digantikan oleh gawai,” tegasnya.

Menteri Wihaji juga menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti peran keluarga. Ia mengingatkan pentingnya kontrol penggunaan teknologi agar tidak mendominasi kehidupan remaja.


“Setuju atau tidak, teknologi seharusnya melayani manusia, bukan manusia yang dikendalikan teknologi,” tambahnya.

Dalam sesi lanjutan, ia turut menggali pemahaman murid terkait program PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) serta Genre (Generasi Berencana). Ia menegaskan bahwa isu remaja saat ini tidak lepas dari tiga tantangan utama: pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkoba.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan fokus pada pentingnya kesehatan mental, kesiapan masa depan, serta pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran Menteri menjadi momentum penting dalam memperkuat edukasi keluarga dan kesadaran remaja.
“Kehadiran Pak Menteri menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara Kemendukbangga/BKKBN dengan dunia pendidikan, khususnya dalam membangun kesadaran remaja tentang kesehatan mental dan pentingnya peran keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program GEMAR menjadi pengingat pentingnya peran ayah dalam kehidupan anak, sekaligus bagian dari upaya membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.
“Gerakan ayah mengambil rapor bukan sekadar simbol, tetapi bentuk nyata penguatan ikatan keluarga,” pungkasnya. (wk)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Diburu Ribuan Pendaftar, MAN 1 Yogyakarta Hanya Buka 282 Kursi PMB 2026/2027
03 Jul 2026, 07:12

Ketat! 578 Pendaftar Berebut 34 Kursi PMB Gelombang 2 MAN 1 Yogyakarta
03 Jul 2026, 07:06

Belajar dengan Hati: Cara ‘Nyeleneh’ Faishal MAN 1 Yogyakarta Temukan Jalan di Dunia Bahasa
03 Jul 2026, 07:04

Idealis pada Jurusan Impian, Realistis Memilih Kampus: Perjalanan Rifo, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menggapai UPI
02 Jul 2026, 07:08

Saat Kemalasan Dikalahkan oleh Mimpi: Kisah Azrha, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menuju Statistika UNY
02 Jul 2026, 07:07

Translate this website: