Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Suasana hangat penuh semangat dan nuansa ukhuwah Islamiyah menyelimuti Aula MAN 1 Yogyakarta pada Ahad (19/7/2026) dalam acara Pembukaan MASTASIA (Masa Ta'aruf Santri al-Hakim) MAN PK MAN 1 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi para santri baru untuk mengenal lingkungan madrasah, budaya kepesantrenan, serta nilai-nilai yang menjadi ruh pendidikan di MAN Program Keagamaan MAN 1 Yogyakarta.
Dengan mengusung semangat membangun generasi ulama intelektual yang unggul, berkarakter, dan berwawasan global, MASTASIA tidak sekadar menjadi kegiatan orientasi, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, penguatan ukhuwah, serta penanaman nilai-nilai keislaman yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia MASTASIA, Gora Danishwara, murid kelas XII MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan serta mengucapkan selamat datang kepada seluruh santri baru.
"Selamat datang di keluarga besar MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Hari ini bukan sekadar awal memasuki madrasah baru, tetapi awal perjalanan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, disiplin, serta siap memberikan manfaat bagi umat. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat, saling menghormati, dan membangun persaudaraan yang erat."
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan MASTASIA sebagai momentum mengenal budaya belajar, kehidupan asrama, organisasi santri, dan nilai-nilai yang akan menjadi bekal selama menjalani kehidupan di MAN PK.
Hilman Abdullah, S.Hum., Pembina OSAKA dan KALAM sekaligus mewakili para musyrif MAN PK MAN 1 Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, para musyrif, dewan Asatidz, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan MASTASIA dengan penuh tanggung jawab.
"Keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya terlihat dari kemeriahannya, tetapi dari keikhlasan orang-orang yang bekerja di balik layar. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya demi menyambut adik-adik santri baru dengan sebaik-baiknya. Semoga setiap langkah dan lelah menjadi amal jariyah di sisi Allah Swt."
Selanjutnya, selama sepekan ke depan para santri akan mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan karakter, meliputi: pengenalan sejarah MAN Program Keagamaan MAN 1 Yogyakarta, pengenalan sistem kepesantrenan dan budaya asrama, pengenalan organisasi santri OSAKA dan KALAM, berbagai sesi pembinaan karakter dan kepemimpinan, Nonton bersama film inspiratif sebagai media refleksi dan motivasi, dan Tabligh Akbar yang dirangkaikan dengan penutupan MASTASIA pada 25 Juli 2026.
Pembukaan MASTASIA secara resmi dilakukan oleh Moh. Fadlil Afif, Lc., Kepala Unit Keagamaan dan Kepesantrenan MAN 1 Yogyakarta. Dalam arahannya ia menegaskan bahwa kehidupan pesantren merupakan tempat terbaik untuk membangun karakter, membiasakan ibadah, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan kepemimpinan.
"Kesuksesan tidak dibangun dalam satu malam, tetapi lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Hormatilah guru, sayangi teman, taati aturan, dan jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dalam kehidupan. Insya Allah, dari lingkungan inilah akan lahir generasi yang mampu menjadi penerang bagi masyarakat."
Pada kesempatan tersebut turut disampaikan pesan dari Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., yang mengajak seluruh santri baru untuk memanfaatkan kesempatan belajar di MAN PK sebagai ikhtiar menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman.
"Jadilah santri yang mencintai ilmu, menghormati guru, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Prestasi akan bermakna apabila dibangun di atas fondasi akhlakul karimah." (H.A)