MAN 1 Yogyakarta Studi Tiru ke MAN 4 Jakarta, Dalami Kurikulum Cambridge dan Budaya Prestasi

23 Jan 2026, 20:52 MAN 1 Yogyakarta 211

this used to be photo

Tangerang (MAN 1 Yogya) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta melakukan studi tiru ke MAN 4 Jakarta pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan MAN 1 Yogyakarta dalam membuka kelas internasional, sekaligus memperkuat tata kelola dan budaya prestasi madrasah.

 

Rombongan studi tiru Tim Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Dikmad) Kementerian Agama Kota Yogyakarta Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I., Pengawas Madrasah Jenjang MA Evi Effrisanti, S.TP., serta Ketua Komite MAN 1 Yogyakarta Hazwan Iskandar Jaya, S.P., Med., CMT., ASEAN.

 

Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan oleh MAN 4 Jakarta. Ia menilai MAN 4 Jakarta sebagai salah satu barometer nasional, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Terima kasih atas sambutan yang hangat dari keluarga besar MAN 4 Jakarta. MAN 4 Jakarta menjadi barometer nasional, baik dari segi akademik maupun nonakademik. Kami bermaksud belajar mengenai penerapan Kurikulum Cambridge di MAN 4 Jakarta,” ujar Edi.

 

Selain itu, MAN 1 Yogyakarta juga ingin menggali pengalaman MAN 4 Jakarta dalam pengelolaan madrasah dan strategi mempertahankan prestasi di tingkat nasional. “Kami mohon berbagi praktik baik terkait tata kelola, budaya prestasi, serta bagaimana menjaga konsistensi prestasi nasional,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala MAN 4 Jakarta Wido Prayoga, M.Pd., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, MAN 4 Jakarta masih terus berproses untuk meningkatkan kualitas dan capaian prestasi madrasah. “Selamat datang di MAN 4 Jakarta. Kami masih terus belajar dan berbenah untuk meningkatkan prestasi madrasah. Harapannya, kami dapat terus berkiprah di tingkat nasional, salah satunya melalui peringkat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas),” kata Wido. Ia menjelaskan bahwa MAN 4 Jakarta memiliki tim khusus bernama Bita (Bina Talenta) yang bertugas mengoordinasikan berbagai informasi lomba, pembinaan peserta didik, hingga pelaporan prestasi ke Puspresnas.

 

MAN 4 Jakarta Selatan merupakan madrasah aliyah dengan visi global yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Lembaga pendidikan ini berdiri sebagai PGAN 28 sebelum beralih status menjadi MAN 4 pada tahun 1992. Pada 1998, MAN 4 Jakarta ditetapkan sebagai MAN Model, kemudian menyandang status Madrasah Standar Nasional pada 2008.

 

Pada 2010, MAN 4 Jakarta sempat menjadi Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional (RMBI) sebelum program tersebut dihentikan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi terkait RSBI. Saat ini, MAN 4 Jakarta menjalin kemitraan sister school dengan Kunori Gakuen di Jepang, Al-Azhar, serta Cambridge.

 

Sesi diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Tim Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari teknis penerapan Kurikulum Cambridge, pengelolaan kelas internasional, hingga strategi pembinaan peserta didik berprestasi. Suasana diskusi yang terbuka membuat pertukaran gagasan berjalan intens dan konstruktif. (dee)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Diburu Ribuan Pendaftar, MAN 1 Yogyakarta Hanya Buka 282 Kursi PMB 2026/2027
03 Jul 2026, 07:12

Ketat! 578 Pendaftar Berebut 34 Kursi PMB Gelombang 2 MAN 1 Yogyakarta
03 Jul 2026, 07:06

Belajar dengan Hati: Cara ‘Nyeleneh’ Faishal MAN 1 Yogyakarta Temukan Jalan di Dunia Bahasa
03 Jul 2026, 07:04

Idealis pada Jurusan Impian, Realistis Memilih Kampus: Perjalanan Rifo, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menggapai UPI
02 Jul 2026, 07:08

Saat Kemalasan Dikalahkan oleh Mimpi: Kisah Azrha, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menuju Statistika UNY
02 Jul 2026, 07:07

Translate this website: