Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Jika biasanya parkiran di depan ruang guru, MAN 1 Yogyakarta berderet dipenuhi kendaraan, maka, Jumat (29/05/2026) area tersebut justru berubah menjadi ‘ruang produksi masakan’ penuh kreativitas. Di atas alas sederhana yang dibawa masing-masing kelas, dan di atas meja-meja kelas, para murid sibuk meracik bumbu, berdiskusi menentukan cita rasa terbaik, memasak, hinga mengatur plating dalam Lomba Memasak Olahan Daging Sapi Iduladha 1447 H.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan persiapan tempat menjadi salah satu agenda paling meriah dalam rangkaian Iduladha di madrasah. Setiap kelas diberi kebebasan mengolah daging sapi kurban menjadi berbagai menu kreatif, mulai dari rendang, sate, semur, gongso, hingga hidangan modern dengan sentuhan kekinian.
Para murid membawa sendiri perlengkapan memasak, mulai dari kompor portable, alat masak, alat plating, hingga alas memasak seperti tikar dan bekas spanduk plastik. Area memasak telah dibagi oleh panitia, dengan murid kelas X menempati parkiran depan guru MIPA/Bahasa, sedangkan kelas XI berada di area parkiran depan ruang wakil kepala madrasah.
Koordinator lomba memasak, Hj. Latifah Rahmawati, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan Iduladha, tetapi juga melatih kreativitas, kolaborasi, dan tanggung jawab murid. Latifah menjelaskan bahwa lomba ini didesain sebagai pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Di momen ini, menurut Latifah, anak-anak dapat belajar bekerja sama, mengatur strategi memasak, menjaga kebersihan, hingga menyajikan makanan secara menarik dan profesional.
“Jadi bukan hanya soal rasa, tetapi juga karakter dan keterampilan hidup,” ujar Latifah.

Penilaian lomba dimulai pukul 10.30 WIB dengan mempertimbangkan beberapa aspek penilaian, seperti cita rasa dan kelezatan masakan, keempukan daging, kreativitas penyajian, serta kebersihan area memasak. Setiap kelas juga diwajibkan memberikan identitas nama masakan beserta bahan-bahan yang digunakan pada saat penyajian.
Berbagai konsep plating menarik tampak menghiasi meja saji yang telah disiapkan panitia di lokasi masing-masing peserta. Tidak sedikit murid yang memadukan konsep tradisional dengan tampilan modern sehingga menghasilkan sajian yang estetik sekaligus menggugah selera.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi antusiasme para murid dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Edi, lomba memasak menjadi media pembelajaran yang relevan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan madrasah.
“Dari kegiatan “menjadi chef sehari’ seperti ini, murid belajar tentang kolaborasi, tanggung jawab, kreativitas, bahkan manajemen kerja tim. Ini bagian dari pendidikan karakter yang penting untuk mereka miliki,” ungkap Edi.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat di lingkungan MAN 1 Yogyakarta. Para murid tampak antusias saling berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bumbu, mengolah masakan, hingga menata hidangan terbaik mereka.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa pembelajaran dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk dari dapur sederhana di selasar parkiran madrasah yang penuh semangat, kreativitas, dan kebersamaan. (luf)