MAN 1 Yogyakarta Lepas Mahasiswa PLP UIN Sunan Kalijaga

18 Apr 2026, 08:01 MAN 1 Yogyakarta 108

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Suasana Aula MAN 1 Yogyakarta, Senin (13/4/2026), siang itu terasa hangat sekaligus reflektif. Sejumlah mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi dilepas setelah menjalani proses pembelajaran lapangan selama kurang lebih dua bulan.

Pelepasan dilakukan oleh Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd.,  yang didampingi Kepala Tata Usaha Bahar Rozak, S.H. , serta jajaran guru dan tenaga kependidikan yang selama ini berperan sebagai pamong. Momentum ini menandai berakhirnya fase praktik lapangan yang tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter calon pendidik.

Dosen pembimbing lapangan, Rachmad Resmiyanto, S.Si., M.Sc, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan pendampingan yang diberikan pihak madrasah. Menurutnya, lingkungan MAN 1 Yogyakarta telah menjadi ruang belajar yang kondusif bagi mahasiswa, baik dalam aspek pedagogik maupun manajerial.
“Kami berterima kasih kepada guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Yogyakarta atas bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa kami. Kami juga memohon maaf apabila selama proses pengenalan lingkungan sekolah terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama yang telah terjalin diharapkan tidak berhenti pada program PLP semata. Ke depan, MAN 1 Yogyakarta dinilai memiliki potensi sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset mahasiswa, khususnya sebagai lokasi pengambilan data penelitian di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Edi Triyanto menekankan pentingnya pengalaman lapangan sebagai bagian dari proses pendewasaan calon guru. Ia menyebut, interaksi langsung dengan dinamika sekolah kerap menjadi fase yang paling membekas dalam perjalanan akademik mahasiswa.
“Semoga pengalaman selama bersama keluarga besar MAN 1 Yogyakarta menjadi pembelajaran yang berharga. Biasanya, momen yang paling dikenang adalah masa magang dan KKN, karena di situlah pembelajaran nyata terjadi,” tuturnya.

Ia juga mendoakan para mahasiswa agar diberi kelancaran dalam menapaki tahapan berikutnya, baik dalam penyelesaian studi maupun perjalanan karier di dunia pendidikan.

Nuansa emosional semakin terasa saat sesi kesan dan pesan. Perwakilan guru pamong, Latifah Rahmawati, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa selama menjalani praktik. Ia bahkan menyebut mahasiswa yang dibimbingnya sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia temui.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar di MAN 1 Yogyakarta. Ucapan terima kasih, permohonan maaf, serta harapan akan keberkahan langkah ke depan menjadi penutup yang mengikat kebersamaan dua bulan terakhir. (alf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Diburu Ribuan Pendaftar, MAN 1 Yogyakarta Hanya Buka 282 Kursi PMB 2026/2027
03 Jul 2026, 07:12

Ketat! 578 Pendaftar Berebut 34 Kursi PMB Gelombang 2 MAN 1 Yogyakarta
03 Jul 2026, 07:06

Belajar dengan Hati: Cara ‘Nyeleneh’ Faishal MAN 1 Yogyakarta Temukan Jalan di Dunia Bahasa
03 Jul 2026, 07:04

Idealis pada Jurusan Impian, Realistis Memilih Kampus: Perjalanan Rifo, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menggapai UPI
02 Jul 2026, 07:08

Saat Kemalasan Dikalahkan oleh Mimpi: Kisah Azrha, Murid MAN 1 Yogyakarta, Menuju Statistika UNY
02 Jul 2026, 07:07

Translate this website: