Mahasiswa PBI UII Belajar Pengembangan Buku Ajar dari Guru MAN 1 Yogyakarta

04 Mar 2026, 13:15 MAN 1 Yogyakarta 26

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Guru Bahasa Inggris MAN 1 Yogyakarta, Deti Prasetyaningrum, S.Pd, menjadi narasumber pada pertemuan perdana mata kuliah Capstone 3: ELT Textbook Development bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Islam Indonesia (UII). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (3/3/2026) siang.

Kehadiran Deti dalam perkuliahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan perspektif praktis dari dunia madrasah kepada mahasiswa calon guru. Dosen PBI UII Banatul Murtafi’ah, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa mahasiswa membutuhkan pemahaman langsung mengenai kebutuhan nyata pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah.

“Kami membutuhkan narasumber dari guru MA atau SMA untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa dalam mata kuliah ELT Textbook Development. Mahasiswa perlu memahami kebutuhan riil di sekolah agar buku ajar yang mereka susun benar-benar relevan,” ujar Banatul.

Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Yogyakarta dijadikan sebagai studi kasus untuk menganalisis kebutuhan buku ajar bahasa Inggris. Paparan dari Deti diharapkan dapat menjadi dasar analisis kebutuhan (needs analysis) yang akan dilakukan mahasiswa sebelum menyusun buku ajar mereka sendiri.

Dalam presentasinya yang berjudul “Designing an English Textbook Based on Real Student Needs: A Case of MAN 1 Yogyakarta”, Deti memaparkan secara komprehensif profil murid di MAN 1 Yogyakarta, tantangan pembelajaran yang dihadapi, serta kebutuhan nyata murid dalam mempelajari bahasa Inggris.

Ia juga mengulas sejumlah aspek penting, mulai dari kelemahan buku ajar yang ada, harapan murid terhadap pembelajaran bahasa Inggris, hingga karakteristik buku teks yang ideal menurut perspektif guru di sekolah.

Selain itu, Deti menampilkan sejumlah video praktik pembelajaran yang pernah dilakukan di kelas. Kegiatan tersebut menonjolkan pendekatan pembelajaran yang menumbuhkan berpikir kritis, kolaborasi, kesenangan belajar, keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta unsur gamifikasi.

Dalam paparannya, Deti menekankan bahwa buku ajar bahasa Inggris tidak seharusnya hanya berisi latihan soal yang menuntut jawaban benar atau salah. Menurutnya, buku ajar yang ideal justru harus mendorong murid untuk berpikir kritis dan memahami konteks penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata untuk menyiapkan masa depan mereka.
“The ideal textbook should train students to think, not only to answer questions. As future teachers and material designers, your job is not only to follow the curriculum.
Your job is to meet standards but also prepare students for their future trajectory. A good textbook should bridge this gap,” ujar Deti.

Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. menyambut baik keterlibatan guru MAN 1 Yogyakarta dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi.

“Pengalaman guru di kelas dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa calon pendidik. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga dunia kampus dan madrasah saling memperkuat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Edi. (dee)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

MAN 1 Yogyakarta Siapkan Program Kelas Internasional bersama Mentari Assessment
05 Mar 2026, 13:18

Khatmil Qur’an Bersama Warnai Pesantren Ramadan MAN 1 Yogyakarta
05 Mar 2026, 13:17

Anak Saleh, Aset Akhirat: Jalan Berbakti kepada Orang Tua
05 Mar 2026, 08:52

Buka Bersama Murid XI A MAN 1 Yogyakarta Sampaikan Pesan Surga
04 Mar 2026, 13:17

Mahasiswa PBI UII Belajar Pengembangan Buku Ajar dari Guru MAN 1 Yogyakarta
04 Mar 2026, 13:15

Translate this website: