Langkah memilih jurusan kuliah tidak selalu mudah. Namun bagi sebagian murid, keputusan itu bisa datang dari pemahaman diri yang kuat. Hal ini terlihat dari pilihan Naura Zaskia Budiana murid XIIC MAN 1 Yogyakarta yang mantap mengambil Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata UGM melalui jalur SNBP.
Sejak kecil, ia sudah tertarik pada dunia bisnis. Ketertarikan itu membentuk cara berpikirnya yang kreatif dan terbuka. Di sisi lain, ia juga gemar traveling dan mencoba hal-hal baru. Dari situlah ia menemukan titik temu.
“Bisnis Perjalanan Wisata merupakan gabungan dari dua hal yang saya minati.”
Ketika dihadapkan pada pilihan antara S1 dan D4, ia justru lebih yakin pada jalur vokasi. Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya dipelajari secara teori.
“Pariwisata itu bukan hanya dipahami, tapi efektif dijalani lewat praktik.”
Program D4 dinilai lebih relevan karena menekankan keterampilan langsung, termasuk adanya program magang wajib. Ia melihat hal ini sebagai peluang untuk mengenal dunia kerja sejak dini. Keyakinannya semakin kuat karena merasa jurusan ini benar-benar sesuai dengan dirinya. Dibandingkan jurusan lain yang lebih umum, ia justru memilih yang lebih spesifik.
“Jurusan ini mencerminkan passion saya, jadi arah ke depan sudah lebih jelas.”
Persiapan menuju SNBP pun tidak instan. Ia sudah mulai sejak kelas 10 dengan menjaga konsistensi nilai rapor.
“Saya fokus menjaga dan meningkatkan nilai setiap semester.”
Saat kelas 12, ia juga mengikuti pembelajaran intensif untuk menghadapi TKA. Selain itu, ia sempat mengikuti lomba untuk menambah portofolio, meski hasilnya belum sesuai harapan. Namun, ia tetap berhasil lolos melalui nilai rapor, TKA, dan faktor pendukung lainnya.
Dalam mengambil keputusan, ia mengaku tidak mendapat tekanan dari orang tua. Justru, kebebasan yang diberikan menjadi kekuatan tersendiri.
“Pilihan ini benar-benar berasal dari keinginan saya pribadi.”
Ia pun berpesan kepada adik kelas yang akan menghadapi SNBP agar terus meningkatkan semangat belajar dan tidak cepat puas.
“Harus punya rasa ‘belum cukup’ supaya terus berkembang.”
Selain itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara doa, usaha, dan tawakal. Ia juga mengingatkan agar siap menerima segala hasil.
“SNBP hanyalah salah satu jalan, jangan lupa tetap membuka peluang di jalur lain.”
Pilihan yang berangkat dari pemahaman diri, disertai usaha yang konsisten, menjadi kunci dalam menjemput masa depan. (dee)