Yogyakarta (MAN 1 Yogyakarta) - Kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H di MAN 1 Yogyakarta diisi dengan berbagai kompetisi antar kelas yang bertujuan menyalurkan bakat dan minat murid. Kompetisi yang diadakan meliputi lomba azan, khutbah dan khitobah, ranking 1, poster, serta paduan suara Asmaul Husna. Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah Lomba Ranking 1 yang digelar di Aula Lantai 2 pada Selasa (10/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas X dan XI dengan mengirimkan lima perwakilan dari setiap kelas.
Lomba Ranking 1 menjadi salah satu kompetisi yang paling dinanti karena menguji kecepatan dan ketepatan peserta dalam menjawab soal secara serentak menggunakan papan jalan (clapper board). Materi yang diujikan meliputi Pendidikan Agama Islam dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Berbeda dengan lomba cerdas cermat pada umumnya, konsep lomba ini menggunakan sistem eliminasi hingga tersisa satu peserta sebagai juara.
Sebelum lomba dimulai, teknis pelaksanaan dibacakan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Soeprastiyono Nugroho Moedji Widodo, S.Pd., M.Pd.I. Sementara itu, soal dibacakan oleh Isti Handayani, S.Pd. yang juga bertindak sebagai juri lomba.
Perlombaan berlangsung sengit sejak babak awal. Para peserta berusaha menjawab soal dengan tepat agar tetap bertahan dalam kompetisi. Peserta yang menjawab salah harus meninggalkan arena lomba hingga akhirnya tersisa tiga peserta terbaik yang memperebutkan posisi juara. Habiel Asyraf Ardhany dari kelas XI PK 1 berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih oleh Oryza Arkaan Rasyidi dari kelas XB, sementara juara ketiga diraih oleh Muhammad Masykur Al Hakim dari kelas XA.

Habiel mengaku sangat merasakan ketegangan saat lomba berlangsung, terutama ketika kompetisi menyisakan dua peserta terakhir.
“Lombanya sangat sengit, apalagi saat tersisa dua orang. Rasanya seperti battle satu lawan satu,” ujar Habiel.
Habiel juga menambahkan bahwa dukungan teman-teman yang menyemangati dari belakang membuat adrenalin semakin terpacu. Menurutnya, sebagian besar materi yang diujikan sebenarnya sudah pernah dipelajari di kelas. Ia hanya perlu mengulang kembali materi-materi yang telah diajarkan oleh guru.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mengasah pengetahuan keagamaan, melatih keberanian, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan murid. Kami berharap kegiatan Pesantren Ramadan dapat terus menghadirkan inovasi sehingga semakin bermanfaat bagi para murid,” ungkap Edi.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Yogyakarta berharap Pesantren Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga wadah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan semangat berkompetisi secara positif di kalangan murid. (mzs)