Latihan Dasar Kepemimpinan MAN 1 Yogyakarta: Menjadi Pemimpin yang Cerdas Emosi dan Inspiratif

18 Oct 2025, 16:41 MAN 1 Yogyakarta 441

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – MAN 1 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan karakter kepemimpinan yang berintegritas melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan, Jumat (17/10/2025), di Aula MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini mengusung tema “Leader dengan Emotional Leadership”, sebuah gagasan yang menekankan pentingnya kecerdasan emosional dalam memimpin di tengah dinamika organisasi pelajar.

 

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M. Pd. menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengatur orang lain, tetapi juga seni memahami diri sendiri dan orang di sekitar. Menurut Edi, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mengelola emosi, merangkul perbedaan, serta menumbuhkan suasana kerja yang saling menghargai dan mendukung. “Kecerdasan emosional menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan organisasi dan dalam kehidupan bermasyarakat, tak terkecuali di lingkungan MAN 1 Yogyakarta,” terang Edi.

Kegiatan ini menghadirkan Nur Shodiq Azzidni, salah satu alumni MAN 1 Yogyakarta yang merupakan sosok inspiratif. Dalam materinya, ia memaparkan bagaimana Emotional Intelligence (EI) menjadi aspek penting yang sering kali diabaikan dalam dunia kepemimpinan. “Kita perlu belajar memahami emosi diri sendiri, mengendalikan reaksi, dan berempati terhadap anggota tim yang merupakan kunci dalam menciptakan kepemimpinan yang efektif dan manusiawi, jelas Nur Shodiq.

 

Setelah sesi pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang mengangkat berbagai isu aktual dalam dunia organisasi pelajar. Para peserta secara aktif mendiskusikan tantangan-tantangan seperti munculnya rasa segan terhadap alumni dan bayang-bayang kepemimpinan masa lalu, dinamika lingkungan organisasi yang kadang kurang sehat akibat praktik senioritas, beban ganda yang muncul karena keterlibatan di lebih dari satu organisasi, kecenderungan mengedepankan nama pribadi di atas kepentingan bersama, hingga persoalan menghadapi anggota yang pasif dalam tim. Setiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi dengan kelompoknya dan mempresentasikan hasil diskusinya. 

 

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak terlibat secara emosional dan intelektual, menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar tentang teori kepemimpinan, tetapi juga berlatih menerapkannya melalui proses dialog dan kerja sama.

 LDK tahun ini menjadi ruang belajar yang hidup, di mana siswa-siswi MAN 1 Yogyakarta diajak memahami bahwa menjadi pemimpin yang berani, terbuka terhadap kritik, dan mampu menebarkan semangat positif kepada sesama. (luf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

MAN 1 Yogyakarta Gelar Gerakan Aksi Bergizi, Dorong Remaja Hidup Sehat dan Bebas Anemia
02 Oct 2026, 14:42

Merayakan Kota dengan Budaya, MAN 1 Yogyakarta Semarakkan Karnaval Pelajar HUT ke-270
02 Oct 2026, 14:29

MAN 1 Yogyakarta Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Kebersamaan
02 Oct 2026, 14:13

165 Talenta Madrasah Adu Nalar di OMI Tingkat Provinsi DIY 2026
02 Oct 2026, 13:01

MAN 1 Yogyakarta Jadi Tuan Rumah OMI-PKM DIY 2026, Madrasah Didorong Tak Sekadar Jadi Penonton
02 Oct 2026, 12:19

Translate this website: