Langkah Sunyi Khumaira dari MAN 1 Yogya Menuju Dunia Kedokteran

01 Apr 2026, 15:37 MAN 1 Yogyakarta 2018

this used to be photo

Bagi sebagian orang, mimpi masa kecil hanyalah angan yang perlahan memudar seiring waktu. Namun tidak bagi Khumaira Isnasyifa. Salah satu murid MAN 1 Yogyakarta ini justru menggenggam erat cita-citanya sejak kecil, menjadi seorang dokter. Kini, langkah itu semakin nyata setelah ia dinyatakan diterima di Program Studi Kedokteran Universitas Negeri Surakarta – Sebelas Maret (UNS) melalui jalur SNBP.

Sejak kecil, dunia kedokteran sudah menjadi bagian dari rasa ingin tahunya. Ketika banyak orang menganggap materi tentang tubuh manusia itu rumit, penuh teori, bahkan menyeramkan, Khumaira justru merasakan hal sebaliknya. Ia menikmati setiap proses memahami bagaimana tubuh bekerja, bagaimana penyakit muncul, dan bagaimana cara menanganinya. Ketertarikan itu tidak pernah pudar, bahkan ketika teman-temannya mulai menemukan passion baru. "Saya ingin tetap menjadi dokter seperti cita-cita saya sejak kecil. Saya senang mempelajari tubuh manusia dan ingin ilmu yang saya pelajari bisa bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain," ungkap remaja yang kerap dipanggil Isna.

Baginya, menjadi dokter bukan sekadar profesi, tetapi panggilan untuk memberi dampak. Khumaira menyimpan harapan sederhana namun tulus yaitu dapat membantu orang lain, menjaga kesehatan orang-orang terdekat, serta menjadi sosok yang bermanfaat di tengah masyarakat. Dalam proses belajarnya, Khumaira menjalani hari-hari seperti kebanyakan murid lainnya. Namun, satu hal yang membedakannya adalah kegigihan. Ia tidak mudah menyerah ketika menghadapi materi yang sulit. Justru di situlah ia memilih untuk bertahan, memahami, dan menaklukkan kesulitan tersebut.

Khumaira juga dikenal sebagai pribadi yang ‘hadir’ di dalam kelas. Baginya, belajar bukan hanya tentang mendengar dan mencatat, tetapi tentang terlibat aktif dalam setiap prosesnya. Kecintaannya pada membaca dan rasa ingin tahu yang tinggi menjadi bahan bakar yang terus mendorongnya untuk berkembang. "Nilai saya mungkin tidak selalu sempurna, tetapi saya selalu berusaha untuk menyukai semua pelajaran, karena saya percaya semua ilmu akan berguna di masa depan," tutur Isna.

Perjalanan menuju titik ini tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Khumaira adalah membagi waktu antara belajar, berorganisasi, dan mengikuti berbagai lomba. Tidak jarang, ia harus mengorbankan waktu dan tenaga demi menjaga keseimbangan di antara ketiganya. Namun, dengan tekad yang kuat, kondisi fisik yang terjaga, serta dukungan dari berbagai pihak, ia mampu melewati fase tersebut dengan baik. Dukungan orang tua menjadi salah satu kekuatan terbesarnya. Meski bekerja di luar kota, kedua orang tuanya selalu berusaha hadir dalam setiap proses penting dalam hidupnya. "Orang tua saya tidak pernah memaksa, tetapi selalu mendukung dan mendoakan. Itu yang membuat saya terus semangat," kenang Isna.

Tak hanya itu, lingkungan madrasah yang suportif juga memberikan ruang bagi Khumaira untuk berkembang. Sejak kelas 10, ia merasakan dukungan penuh dari guru-guru, serta fasilitas yang diberikan madrasah untuk menunjang berbagai kegiatan, termasuk lomba. Kehadiran teman-teman yang saling menguatkan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah menengahnya.

Kini, di titik pencapaian yang membanggakan ini, Khumaira berbagi pesan kepada adik-adik kelasnya, sebuah pesan yang lahir dari pengalaman dan keyakinan. "Jangan pernah takut untuk bermimpi. Tidak ada yang mustahil jika Allah Swt sudah berkehendak. Teruslah berusaha, berdoa, dan nikmati setiap prosesnya. Bahkan saat merasa gagal atau stuck, percayalah ada rencana besar yang sedang dipersiapkan," pesan Isna.

Kisah Khumaira Isnasyifa menjadi bukti bahwa mimpi yang dijaga dengan tekad, kerja keras, dan doa tidak akan pernah sia-sia. Dari mimpi sederhana seorang anak kecil, kini ia melangkah menuju dunia yang selama ini ia impikan, mengenakan jas putih, mengabdi, dan memberi arti bagi sesama. (luf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Koperasi MAN 1 Yogyakarta Dinilai Tertib dalam Pengawasan Eksternal
02 Apr 2026, 10:18

Perkuat Kinerja dan Inovasi, MAN 1 Yogyakarta Hadiri Raker Kemenag Kota Yogyakarta
02 Apr 2026, 09:26

Persiapan Sejak Dini, Antar Farell, Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos SNBP UPN Yogyakarta
02 Apr 2026, 07:33

Dari Pencarian Panjang, Naura dari MAN 1 Yogyakarta Lolos ke MKP UGM
02 Apr 2026, 07:31

Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos Teknik Kimia UGM, Buah Konsistensi Sejak Kelas X
02 Apr 2026, 07:29

Translate this website: