Langitkan Doa Jelang UTBK, XII A Gelar Pengajian dan Buka Bersama

01 Mar 2026, 13:31 MAN 1 Yogyakarta 60

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), murid kelas XII A menggelar pengajian dan buka bersama di Hotel Malioboro Prime, Selasa (25/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat mental bagi para murid sebelum menghadapi salah satu penentu langkah mereka menuju perguruan tinggi.
Acara dihadiri seluruh murid kelas XII A, wali kelas Dina Wahyuningtyas, S.Pd, Ustaz H Hanif Latif, S.Pd.I.selaku pemateri, serta guru Antropologi, Masayu Nurul Ana, S.Ant., M.Pd. Suasana berlangsung hangat dan khidmat sejak awal hingga akhir kegiatan.
Rangkaian acara dibuka secara resmi, dilanjutkan dengan sambutan, kemudian pengajian singkat yang menjadi inti kegiatan. Setelah sesi materi dan doa bersama, para murid mengabadikan momen melalui foto bersama. Kebersamaan berlanjut dengan permainan ringan, buka puasa bersama, tukar kado silang, hingga penutupan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Hanif menekankan bahwa keberhasilan tidak lahir dari lompatan besar semata, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia memaparkan tiga poin utama sebagai bekal menghadapi UTBK dan fase kehidupan selanjutnya.
Pertama, disiplin. Menurutnya, disiplin bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi tentang menghargai proses dan mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan. “Dengan disiplin, kita belajar menghargai waktu dan memahami bahwa setiap proses membutuhkan kesungguhan,” ujarnya.
Kedua, kesiapan mental. Ia mengingatkan bahwa ikhtiar harus berjalan beriringan dengan tawakal. “Kita perlu tahu apa yang akan kita lakukan saat berhasil, dan apa langkah kita jika belum berhasil. Dengan begitu, kita siap menyambut apa pun hasilnya,” tuturnya.


Ketiga, memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Waktu disebut sebagai faktor utama dalam menentukan kualitas proses. Dengan manajemen waktu yang baik, peluang untuk meraih hasil optimal semakin terbuka.
Lebih jauh, Ustaz Hanif mengingatkan pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap rencana dan usaha. “Libatkan Allah Swt dalam sedih, dalam tangis, dalam lelah, juga dalam bahagia. Libatkan Allah Swt setiap saat, sebab Dia Maha Penolong lagi Maha Penyayang,” katanya.
Wali kelas Dina Wahyuningtyas menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momen penting untuk mempererat kebersamaan sebelum para murid menempuh fase baru. “Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk berdoa bersama, saling menguatkan, dan menikmati kebersamaan terakhir sebagai murid kelas XII,” ujarnya.
Di antara doa yang dipanjatkan dan tawa yang pecah di sela permainan ringan, terselip kesadaran bahwa masa putih abu-abu mereka tak lama lagi akan berakhir. Dengan hati yang dikuatkan dan harapan yang dititipkan dalam doa, murid XII A melangkah lebih siap menyongsong UTBK dan babak berikutnya dalam perjalanan hidup mereka. (dee)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Koperasi MAN 1 Yogyakarta Dinilai Tertib dalam Pengawasan Eksternal
02 Apr 2026, 10:18

Perkuat Kinerja dan Inovasi, MAN 1 Yogyakarta Hadiri Raker Kemenag Kota Yogyakarta
02 Apr 2026, 09:26

Persiapan Sejak Dini, Antar Farell, Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos SNBP UPN Yogyakarta
02 Apr 2026, 07:33

Dari Pencarian Panjang, Naura dari MAN 1 Yogyakarta Lolos ke MKP UGM
02 Apr 2026, 07:31

Murid MAN 1 Yogyakarta Lolos Teknik Kimia UGM, Buah Konsistensi Sejak Kelas X
02 Apr 2026, 07:29

Translate this website: