Surakarta (MAN 1 Yogya) — Murid MAN 1 Yogyakarta, Abdul Rachman Ramadhan, yang kerap disapa Abdul berhasil meraih juara 3 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional. Lomba ini diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan berlangsung dari Jum’at hingga Sabtu (13-14/02/2026). Mengusung tema “Muda Berprestasi dengan Semangat Islami” ajang bergengsi ini berhasil menarik peserta dari berbagai daerah.
Bagi Abdul, ajang MTQ tingkat nasional ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Melalui lomba ini, ia mendapatkan teman-teman baru dari berbagai daerah lain. Selain itu, ia juga menghadapi tantangan besar karena harus bersaing dengan para peserta terbaik dari seluruh Indonesia. Namun, dari sini Abdul mendapatkan pengalaman baru sekaligus memperluas relasinya.
Persiapan lomba dilakukan kurang lebih selama satu minggu sebelum keberangkatan. Abdul dibimbing oleh salah satu guru tilawah MAN 1 Yogyakarta yang bernama Ustaz Fahmi. Setelah sampai di lokasi lomba, Abdul kembali memaksimalkan waktu dengan kembali latihan. Ia tidak latihan sendiri, tetapi latihan bersama dengan teman-temannya yang berasal dari daerah lain.
Dengan fasilitas yang telah disediakan oleh pihak UMS, Abdul merasakan kenyamanan selama berada di sana. Ternyata ini bukan kali pertamanya ia mengikuti lomba MTQ, ia sudah berpengalaman sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas satu. Ketekunan dan semangatnya terus terjaga dari tahun ke tahun. Ketekunan dan semangatnya yang tetap terjaga membuktikan bahwa prestasi besar lahir dari proses yang tidak singkat.
Abdul juga berpesan, “Untuk teman-teman mansa yang lain, tetap semangat ya! Jadikan setiap tantangan dan kegagalan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik kedepannya,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami mengucapkan selamat kepada Ananda Abdul atas prestasi Juara III tingkat nasional. Capaian ini lahir dari ketekunan, kedisiplinan, dan semangat yang terus dijaga sejak dini. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi madrasah,” ujar Edi. (skn)