Kisah-kisah zaman dahulu yang telah terjadi seringkali dijadikan sebagai ancaman bagi orang-orang yang diceritakan. Tak heran apabila seseorang akan merasa takut dengan apa yang dilakukan jika benar adanya kisah tersebut. Akan tetapi pernahkah muncul di benak kita bahwa justru kisah itu hadir sebagai pengingat betapa agung dan luar biasanya kuasa yang maha Esa, Allah Swt.
Sebagai contoh pada masa para Nabi:
1. Kaum Nabi Nuh (Kaum Nuh): Selama 950 tahun Nabi Nuh berdakwah, namun kaumnya sombong, mendustakan, dan memperolok-oloknya. Allah membinasakan mereka dengan banjir besar yang menenggelamkan seluruh orang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh.
2. Kaum 'Ad (Umat Nabi Hud): Kaum yang dianugerahi fisik kuat dan kekayaan, namun sombong dan menyembah berhala. Mereka mendustakan Nabi Hud, sehingga Allah menghancurkan mereka dengan angin topan yang sangat dahsyat selama tujuh malam delapan hari, menimbun mereka dalam pasir.
3. Kaum Tsamud (Umat Nabi Saleh): Kaum yang maju dan mampu memahat gunung menjadi hunian. Mereka meminta mukjizat berupa unta betina, namun justru membunuhnya dan menantang azab. Allah membinasakan mereka dengan suara guntur yang menggelegar.
Berbagai bencana yang Allah datangkan kepada para kaum laknat adalah balasan atas apa yang telah kaum tersebut lakukan. Bukan sebagai ajang untuk menakut-nakuti kaum setelahnya, tetapi agar mampu menjadi pengingat bagi sesiapa yang memiliki niat untuk ingkar kepada Tuhan-Nya, Allah Swt.
Kisah dalam Al-Quran hadir untuk membimbing dan menjadi dasar, maka jadikan kedua hal itu sebagai pedoman hidup. (aik)