Kemenag Kota Yogyakarta Sambut Audiensi Guru-guru Penulis MAN 1 Yogya

11 Jun 2020, 12:29 MAN 1 Yogyakarta 1015

this used to be photo

Yogyakarta (MAN 1 YK)—Aktivitas menulis sangatlah lekat dengan kegiatan akademik. Dalam hal ini, guru madrasah mempunyai peran yang sangat strategis, karena kebiasaan menulis seorang guru akan memberi banyak pengaruh positif dalam tugas, terutama dalam mendidik dan mengajar para peserta didik.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Drs.H.Nur Abadi, M.A. dalam menyambut audiensi para penulis buku ‘Belajar dari Corona’ guru MAN 1 Yogyakarta, Kamis (11/06/2020) pagi, di Aula 2. Hadir pula turut menyambut rombongan para guru tersebut, Kasi Dikmad Kemenag Kota Yogyakarta Dra. Uswatun Hasanah dan segenap pegawai kantor.

Ungkap Nur Abadi, hampir setiap negara yang maju disebabkan faktor kegemaran bangsanya pada membaca buku dan menulis. Untuk itu dalam dunia pendidikan di madrasah, guru yang mempunyai peran penting, maka kegiatan literasi, seperti membaca buku dan menulis harus melekat dalam kesehariannya. Bahkan, Menurutnya, kalau dianalogikan dalam perkara fikih, maka menulis bagi guru adalah wajib. Selain itu tentunya manfaat menulis akan menunjang dalam kenaikan pangkat bagi guru.

“Guru naik pangkat dengan menulis. Ini merupakan terobosan yang baik,” ujarnya, mengapresiasi buku karya guru-guru MAN 1 Yogyakarta ‘Belajar dari Corona’ itu.

Lanjutnya, kalau guru gemar menulis, akan mempermudah tugas-tugas mereka. “Mereka akan mudah diajak memajukan madrasah,” ungkap pria kelahiran Kulonprogo, 14 Oktober 1964 itu.

Pasalnya, menulis akan membiasakan diri seseorang untuk memikir. Pikiran kalau diasah terus menerus dengan menulis, maka pikiran tersebut akan lancar. Sebaliknya kalau pikiran tidak digunakan atau tidak diasah akan menyebabkan orang menjadi malas. “Menulis akan meningkatkan kualitas guru,” tandasnya.

Mengingat banyak manfaat yang didapat dengan menulis, maka Nur Abadi berharap agar para guru untuk membiasakan menulis, dan tidak mudah puas terhadap karya tulis yang telah dihasilkan, tetapi hendaknya menjadikannya sebuah tantangan.

Sementara itu, dalam audiensi tersebut Kepala MAN 1 Yogyakarta Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd. menyampaikan program dan inovasi-inovasi madrasah seperti kreativitas 21 guru yang menghasilkan buku ‘Belajar dari Corona’ yang disusun saat pandemi virus Corona (covid-19) yang melanda negeri ini. Ia berharap agar kreativitas para guru tersebut agar terus berkembang dan memberi manfaat untuk madrasah dan masyarakat. (dzl)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Murid MAN 1 Yogyakarta Raih Juara 1 National Chemistry Fair UNY
05 Apr 2026, 05:51

PMB Kelas Internasional MAN 1 Yogyakarta, 33 Berkas Lolos Verifikasi Hari Pertama
05 Apr 2026, 05:49

MAN 1 Yogyakarta Sambut Audit BPK RI, Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan
05 Apr 2026, 05:47

MPS MAN 1 Yogyakarta Gelar Obras Bersama DPK Tentukan Aspirasi Menuju Sarasehan
05 Apr 2026, 05:45

Mansa Journalist MAN 1 Yogyakarta Asah Kreativitas Fotografi Melalui Major Hunting
04 Apr 2026, 10:16

Translate this website: