Istiqamah Kecil, Hasil Besar: Cerita Fariz, Murid MAN 1 Yogyakarta

09 Apr 2026, 07:34 MAN 1 Yogyakarta 80

this used to be photo

Seringnya, ketika sebagian temannya memilih beristirahat atau keluar bersama, Muhammad Fariz Baihaqqi siswa MAN 1 Yogyakarta-Pendidikan Keagamaan (MAN PK) justru mengambil waktu sejenak untuk membuka kembali catatan pelajarannya. Hanya sekitar 15 menit, Fariz, demikian dia biasa dipanggil, terbiasa mengulang pelajaran yang ia terima hari ini. Dari kebiasaan kecil itulah perjalanan besarnya dimulai. Saat ini Faris diterima di UIN Walisongo jurusan Manajemen Haji dan Umroh melalui jalur SPAN - PTKIN.  Sebuah pencapaian yang luar biasa.

Fariz, murid asal Brebes ini tidak percaya pada cara belajar yang berlebihan. Baginya, yang penting adalah hadir setiap hari dalam proses belajar, mengikuti dengan baik pembelajaran dan mengulang di asrama meski sebentar, tapi konsisten. "Cara belajar yang saya lakukan ya biasa saja.  Sebelum belajar materi yang lain, saya mengulang materi pagi tadi selama 15 menit setiap hari,” ungkap Fariz.

Pilihan jurusannya pun Bagi Fariz bukan keputusan yang tiba-tiba. Ia menimbang dengan sadar antara minat dan masa depan. "Karena jurusan tersebut sesuai passion saya dan memiliki prospek yang luas,” kata Fariz singkat, namun penuh keyakinan. Fariz bercerita, di balik kesederhanaan strateginya, ada tantangan yang tidak kalah besar. Tantangan yang bukan soal materi pelajaran, melainkan melawan diri sendiri. Godaan untuk menunda, ajakan teman, hingga rasa malas yang datang tanpa diundang menjadi ujian harian. "Sifat istiqamah itu yang paling berat. Banyak godaan, misalnya saat mau belajar tapi ada teman yang mengajak main,” tutur Fariz jujur.

Namun Fariz tidak berjalan sendirian. Di belakangnya, ada dukungan yang tidak pernah putus dari orang tua dan madrasah, yang diam-diam menjadi penguat saat semangatnya menurun. Faris bersyukur karena orang tua selalu mendukung untuk melangkah dan melanjutkan belajar di universitas mana pun.

Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., melihat lebih dari sekadar hasil dalam kisah Fariz. Ada proses yang layak diteladani. "Fariz mengajarkan bahwa keberhasilan lahir dari kebiasaan kecil yang dijaga dengan disiplin. Ini yang perlu dicontoh oleh murid lain,” tutur Edi.

Hal senada disampaikan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Kesia Rahmasiwi, S. Psi. Menurut Kesia, kekuatan terbesar Fariz justru ada pada kemampuannya melawan distraksi. Kesia bertutur bahwa tidak mudah menjaga konsistensi di usia remaja. "Fariz mampu membuktikan bahwa kebiasaan sederhana bisa menjadi kunci keberhasilan,” jelas Kesia.

Kini, langkah Fariz telah sampai pada satu titik penting dalam hidupnya. Namun, ia tidak lupa menoleh ke belakang, memberi pesan bagi mereka yang masih berjuang di titik yang sama seperti dirinya dulu. "Tetap semangat belajar, perbanyak doa dan jaga ibadah, serta jangan merasa malu dengan apa yang kita tuju karena kita yang akan merasakan, bukan mereka.” ungkap Fariz

Dari 15 menit yang sering dianggap sepele, Fariz menunjukkan satu hal penting: keberhasilan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling konsisten melangkah.(luf)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Murid MAN 1 Yogyakarta Ikuti Pembinaan Kepemudaan Disdikpora
30 Apr 2026, 05:20

Tonti Sagara Man 1 Yogyakarta Resmi Lantik 13 Anggota
28 Apr 2026, 13:56

Perkuat Pengutamaan Bahasa Negara, MAN 1 Yogyakarta Ikuti Sosialisasi Balai Bahasa DIY
28 Apr 2026, 13:33

Rapat Kelulusan Kelas XII, MAN 1 Yogyakarta Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkualitas
28 Apr 2026, 09:58

Murid MAN 1 Yogyakarta Ikuti English Preparation Class untuk Cambridge English Qualification
28 Apr 2026, 09:49

Translate this website: