Yogyakarta (MAN 1 Yogya) - Mengawali kembali aktivitas pasca Idul Fitri, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fikih dan Ushul Fikih MA DIY menggelar halal bihalal yang penuh makna, menggabungkan silaturahmi, refleksi spiritual, dan penguatan sinergi antar guru madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (08/04/2026) di Rumah Makan Ayam Goreng Bugisan dan dihadiri oleh para guru Fikih dan Ushul Fikih MA se-DIY.
Tiga guru Fikih dan Ushul Fikih MAN 1 Yogyakarta turut aktif dalam kegiatan ini, yakni Muhammad Amin, S.Ag., M.A., Ismail Rozi Muslim Amir, Lc., dan Putri Luthfiana, Lc. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menjalin silaturahmi sekaligus menguatkan peran aktif dalam forum MGMP.
Acara ini menghadirkan narasumber, K.H. Maimun Mabarun, yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada seluruh peserta. Dalam ceramahnya, ia mengulas secara singkat sejarah halal bihalal yang mulai berkembang dan menjadi tradisi di Indonesia sekitar tahun 1990-an, sebagai bentuk budaya silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri.

Lebih lanjut, ia berpesan agar setiap insan senantiasa mengiringi keburukan dengan kebaikan, sebab kebaikan pasti akan menghapus keburukan. Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi para guru untuk terus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam proses pembelajaran kepada murid. Setelah Hikmah Syawalan berakhir acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan informasi kegiatan MGMP Fikih dan Ushul fikih MA DIY.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai halal bihalal MGMP ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga semangat profesionalisme guru.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi para guru” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan karakter guru madrasah yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga dalam akhlak dan kebersamaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, nilai-nilai keikhlasan, serta budaya saling memaafkan dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas. (PL)