Guru Bahasa Inggris MAN 1 Yogyakarta Dalami KBC

29 Jul 2026, 15:06 MAN 1 Yogyakarta 15

this used to be photo

Gunungkidul (MAN 1 Yogya) — Lima guru Bahasa Inggris MAN 1 Yogyakarta mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Madrasah Aliyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kelima guru tersebut adalah Dra. Endang Sri Utami, M.Pd, Lilis Ummi Fa’iezah, S.Pd, MA, Widyastuti Fatimah Ikhsan, S.Pd, Deti Prasetyaningrum, S.Pd, dan Widiatush Mutia fahma, S.Pd, M.Pd. Pertemuan MGMP bertajuk “Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Mendalam Bahasa Inggris” diselenggarakan pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diselenggarakan di MAN 1 Gunungkidul.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd., guru Bahasa Inggris SMP Negeri 5 Panggang, sebagai narasumber. Melalui forum ini, para guru Bahasa Inggris MA se-DIY memperdalam pemahaman mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran mendalam (deep learning), khususnya dalam penyusunan dan pengembangan modul ajar.

Kepala MAN 1 Gunungkidul, Kholis Muhajir, S.Ag., M.S.I., menyambut hangat kehadiran para peserta MGMP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan MGMP tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarguru, tetapi juga menjadi forum profesional yang mendorong guru untuk aktif belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kompetensi.
"Selain silahturahmi, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi forum untuk bagaimana guru dapat aktif dalam forum profesi dan berbagai hal yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas," ungkap Kholis.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Inggris MA DIY, Nurwidyastuti, M.Pd., berharap seluruh peserta dapat mengikuti dan menikmati setiap rangkaian kegiatan, terutama dalam proses menyusun modul ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
"Kami berharap kegiatan ini dapat dinikmati oleh seluruh peserta, khususnya dalam proses menyusun dan mengembangkan modul ajar yang terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas," tuturnya.

Memasuki sesi inti, Dr. Laily mengawali pemaparan dengan memperkenalkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam penerapannya, KBC berpusat pada konsep Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta pada diri dan sesama, cinta ilmu, cinta lingkungan, serta cinta tanah air. Kelima nilai tersebut dapat menjadi landasan dalam membangun pembelajaran yang lebih humanis dan berkarakter.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui pemilihan materi, rancangan aktivitas, interaksi di kelas, maupun pengalaman belajar yang disusun oleh guru. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter dan kepedulian murid.

Dr. Laily juga mengaitkan penerapan KBC dengan pembelajaran mendalam yang menghadirkan pengalaman belajar mindful, meaningful, dan joyful. Pembelajaran mindful mendorong murid untuk terlibat secara sadar, memahami tujuan belajar, serta mampu merefleksikan proses yang dijalani. Pembelajaran meaningful membantu murid menghubungkan materi dengan pengalaman, kebutuhan, dan kehidupan nyata. Sementara itu, pembelajaran joyful menciptakan suasana belajar yang positif, aman, menyenangkan, serta mendorong murid untuk aktif dan percaya diri.

Setelah pemaparan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan review modul ajar. Para peserta diajak meninjau kembali unsur-unsur penting dalam penyusunan modul ajar, mulai dari kesesuaian tujuan pembelajaran, rancangan aktivitas, pengalaman belajar, strategi asesmen, hingga kegiatan refleksi. Modul ajar diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi panduan pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan murid.

Melalui kegiatan MGMP ini, para guru Bahasa Inggris MA DIY diharapkan dapat terus mengembangkan kompetensi dan memperkuat kolaborasi profesional. Dengan mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran mendalam yang mindful, meaningful, dan joyful. Gguru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya mengembangkan keterampilan berbahasa dan kompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, karakter positif, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. (mut)


Bagikan Artikel :


Berita Yang Lain

Bangun Fondasi Keagamaan Sejak Awal, MAN 1 Yogyakarta Gelar Matrikulasi bagi Seluruh Murid Kelas X
29 Jul 2026, 15:07

Guru Bahasa Inggris MAN 1 Yogyakarta Dalami KBC
29 Jul 2026, 15:06

Patahkan "Aku Nggak Bisa!" MGMP Bahasa Indonesia MA-DIY Dorong Growth Mindset di Kelas
29 Jul 2026, 07:33

MAN 1 Yogyakarta Gelar Pengajian tentang Toponimi Pohon dalam Budaya Yogyakarta
28 Jul 2026, 07:11

Selamat Datang di MA, Saatnya Naik Kelas dalam Cara Berpikir
27 Jul 2026, 07:19

Translate this website: